Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Kemenhub Ungkap Dampak Gempa di Lima Bandara NTT, Ada Retakan hingga Kerusakan Runway

Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 19 Agustus 2026

MerahPutih.com - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) merilis daftar bandara di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa bumi pada Sabtu (16/8).

Pemeriksaan dan pemantauan terus dilakukan untuk memastikan kondisi fasilitas, personel, serta operasional penerbangan tetap aman.

Terdapat lima bandara yang terdampak gempa, yakni:

"Kerusakan yang dilaporkan antara lain berupa kerusakan dan retakan pada bangunan terminal, gedung administrasi, gedung PKP-PK, serta fasilitas pendukung lainnya," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa, Rabu (19/8).

Baca juga:

Kemensos Tambah Bantuan ke NTT, Dikirim Lewat Jalur Laut

Runway Bandara Soa Alami Kerusakan Sedang

Salah satu kerusakan dilaporkan terjadi di Bandar Udara Soa.

Berdasarkan laporan awal, terdapat kerusakan sedang pada landasan pacu atau runway.

Sejumlah bangunan dan fasilitas pendukung juga terdampak, termasuk munculnya retakan baru di beberapa titik.

Dampak gempa juga dirasakan pada fasilitas pelayanan navigasi penerbangan. Sejumlah unit yang terdampak meliputi Cabang Pembantu Labuan Bajo, Cabang Pembantu Ende, Unit Maumere, Unit Bajawa, dan Unit Ruteng.

Meski demikian, seluruh personel penyelenggara pelayanan navigasi penerbangan di lokasi terdampak dilaporkan selamat.

Seluruh personel penyelenggara pelayanan navigasi penerbangan di lokasi yang terdampak dilaporkan dalam kondisi selamat,

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa.

Layanan Navigasi di Sejumlah Lokasi Dialihkan

Di sejumlah lokasi yang mengalami kerusakan pada gedung tower, pelayanan navigasi penerbangan untuk sementara dialihkan ke lokasi yang dinilai aman.

Ditjen Hubud juga telah menyiapkan contingency plan untuk memastikan keselamatan sekaligus menjaga keberlangsungan pelayanan navigasi penerbangan.

Pemeriksaan terhadap kondisi fasilitas dan infrastruktur bandara serta fasilitas navigasi penerbangan masih terus dilakukan.

Pemerintah juga menyiapkan dukungan untuk pengiriman bantuan kepada masyarakat melalui skema Get Airport Ready for Disaster (GARD).

Baca juga:

253 Ton Bantuan Telah Terkirim ke NTT, Pemerintah Percepat Distribusi ke Wilayah Terdampak

Keselamatan Penerbangan Jadi Prioritas

Lukman menegaskan keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama dalam penanganan dampak gempa di wilayah tersebut.

"Ditjen Perhubungan Udara menempatkan aspek keselamatan penerbangan sebagai prioritas utama," kata dia.

Terkait operasional penerbangan, Ditjen Hubud mengimbau masyarakat yang akan menggunakan transportasi udara di wilayah terdampak untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari pengelola bandara maupun maskapai penerbangan.

Ditjen Hubud akan terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait.

Informasi terbaru mengenai kondisi bandara, pelayanan navigasi penerbangan, serta operasional penerbangan akan disampaikan setelah hasil pemeriksaan dan asesmen terbaru diterima. (Knu)

Baca Artikel Asli