Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Legislator Gerindra Dorong Transparansi dan Optimalisasi Badan Pemulihan Aset

Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026

MERAHPUTIH.COM - ANGGOTA Komisi III DPR RI Fraksi Partai Gerindra Bimantoro Wiyono mendorong Badan Pemulihan Aset (BPA) untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan optimalisasi pemulihan aset bagi negara. Hal tersebut disampaikan Bimantoro saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPR bersama Kepala BPA Kejagung beserta jajaran di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (8/9).

Bimantoro mengatakan banyak masyarakat yang menitipkan aspirasi dan pertanyaan terkait dengan kinerja BPA. Oleh karena itu, ia meminta BPA dapat menyampaikan capaian kinerjanya secara lebih rinci dan terbuka kepada publik.

Ia menyoroti capaian pemulihan aset tahun 2025 sebesar Rp 19,65 triliun, yang menurutnya perlu dijelaskan secara detail mengenai sumber pemulihan dan tingkat keberhasilan atau recovery rate aset yang benar-benar berhasil ditelusuri dan dikonversi menjadi penerimaan negara.

“Jangan hanya melihat angka agregat yang besar. Kami ingin mengetahui secara detail sumber pemulihannya, berapa aset yang berhasil dieksekusi, berapa yang masih outstanding dan bagaimana tingkat keberhasilan asset recovery-nya,” tegas Bimantoro.

Baca juga:

Pemulihan Aset Korupsi, KPK Serahkan Rp 20,2 Miliar ke Kejagung



Politisi Gerindra ini juga meminta BPA menyampaikan perbandingan antara nilai aset berdasarkan appraisal, putusan pengadilan yang telah inkracht hingga hasil pemulihan aset yang diterima negara. Selain itu, Bimantoro juga mendorong agar Komisi III DPR mendapatkan laporan mengenai 10 penanganan aset terbesar yang dikelola BPA sebagai bahan evaluasi dan pengawasan.

Ia juga mengapresiasi pengembangan dashboard digital BPA. Namun, menurutnya sistem tersebut harus memberikan informasi yang lebih lengkap, mulai dari jenis dan posisi aset, status hukum, nilai appraisal, kendala, jadwal lelang hingga hasil penjualan aset.

“Masyarakat saat ini sudah sangat cerdas dan membutuhkan keterbukaan informasi. Kalau Badan Pemulihan Aset mampu menunjukkan kinerjanya dengan baik melalui sistem digital, maka tunjukkan kepada publik,” ujarnya.

Di akhir penyampaiannya, Bimantoro menegaskan bahwa Komisi III DPR menaruh kepercayaan besar terhadap Badan Pemulihan Aset. Namun, ia mengingatkan agar BPA tidak hanya menjadi tempat penyimpanan aset tanpa pemulihan yang maksimal.

“Jangan sampai Badan Pemulihan Aset hanya menjadi gudang aset saja, tetapi recovery-nya tidak maksimal dan transparansinya tidak bisa dijelaskan kepada publik. Kami berharap ada terobosan-terobosan baru untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat,” pungkasnya.(Pon)

Baca juga:

Kejagung Sita Aset Tersangka Korupsi MBG Rp 8,4 Miliar, Jam Rolex Hingga Permata Eks Bos BGN


Baca Artikel Asli