Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Dunia

Learjet Jatuh di Florida, NTSB Temukan Bagian Penting Pesawat 2 Km dari Lokasi Kecelakaan

Dwi Astarini - 2 jam, 41 menit lalu

MERAHPUTIH.COM — KOMPONEN-komponen krusial dari pesawat jet pribadi yang jatuh di Palm Beach, Florida. Komponen itu termasuk bagian yang mengendalikan gerakan naik-turun hidung pesawat yang ditemukan sejauh 2 km dari lokasi kecelakaan.

Para penyelidik Badan Keselamatan Transportasi Nasional AS (NTSB), pada Selasa (3/11), menyatakan mereka menduga beberapa bagian jet tersebut telah terlepas sebelum kecelakaan pada Minggu yang menewaskan seluruh sembilan orang di dalamnya.

Anggota dewan NTSB Tom Chapman mengatakan sebagian besar dari elevator kiri pesawat Learjet tersebut ditemukan dalam tiga potongan terpisah. Bagian tersebut merupakan sebuah permukaan kendali pada bagian ekor. Chapman menyampaikan, karena bagian-bagian tersebut berada cukup jauh dari titik lokasi kecelakaan, para penyelidik menyimpulkan komponen itu terlepas sebelum hantaman terjadi.

"Mengetahui bahwa bagian tersebut lepas merupakan bukti yang sangat penting dalam mengarahkan kami ke hal-hal lain yang perlu diselidiki," ujarnya, dikutip BBC.

Baca juga:

Learjet 60 Jatuh di Florida, Satu Keluarga Dinyatakan sebagai Korban Tewas



Chapman mengatakan para pejabat masih terus mencari tahu apakah terlepasnya elevator kiri tersebut yang menyebabkan pesawat menukik tajam, atau apakah komponen itu terlepas karena gaya beban pada pesawat yang menyebabkan bagian tersebut terpisah. Ia menambahkan bagian pesawat yang mengontrol gerakan naik dan turun tersebut mungkin tidak lagi efektif pada kecepatan yang sedang ditempuh pesawat saat itu.

Pesawat Learjet 60 tersebut sedang terbang menuju Bahama dari Austin, Texas, ketika tiba-tiba menukik tajam ke jalan raya berlajur banyak dan meledak saat menghantam tanah. Dalam rekaman audio pengawas lalu lintas udara (ATC), seseorang di dalam kokpit terdengar melaporkan adanya ‘turbulensi sedang’ dan bahwa awak pesawat sedang ‘menangani penumpukan es’.

Mereka kemudian terdengar mengatakan pesawat mulai terkena presipitasi (hujan es) dan harus naik. Beberapa saat kemudian, suara yang sama mengatakan pesawat mengalami penurunan ketinggian dengan kecepatan 3.048 meter per menit.

Pesan darurat pun dipancarkan dan para pilot terdengar berteriak, “Kami dalam kondisi overspeed (kecepatan berlebih) dan menukik turun 20.000 kaki per menit.“ Akhirnya pilot berkata, “Kami akan menghantam tanah."

NTSB berencana menyelidiki peran faktor cuaca dalam kecelakaan ini. Para pejabat sempat mengalami kesulitan untuk mengakses bangkai pesawat karena kawah besar yang terbentuk di jalanan Palm Beach akibat hantaman jet tersebut.

Chapman menyampaikan pada Selasa bahwa dahsyatnya kekuatan hantaman telah merusak bangkai pesawat secara parah.

Tujuh penumpang tewas di dalam penerbangan tersebut, dikonfirmasi dalam pernyataan bersama sebagai pengusaha teknologi Adam Robinson, istrinya, Helen Sharp, serta dua anak mereka, Emma, 4, dan Charlie, 2, bersama teman-teman keluarga tersebut, Rachael Reed dan Charmi Fehr, serta Anita Maria Cetina, seorang pengasuh anak.

Pilot pesawat diidentifikasi dalam laporan media sebagai Jeffrey Gregory, 55. Sementara itu, Nathalia Filgueiras, 20, yang memperoleh lisensi pilotnya pada usia 17 tahun, dilaporkan bertindak sebagai kopilot.(dwi)

Baca juga:

9 Tewas dalam Insiden Jet Jatuh di Florida, Ciptakan sebuah Kawah Besar di Tengah Jalan Perumahan

Baca Artikel Asli