Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Lancarkan Pasokan, Indonesia Dipersilahkan Beli Minyak Dari Rusia

Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 01 April 2026

MerahPutih,com - Pasokan minyak dunia termasuk ke Indonesia mengalami gangguan akibat serangan ASke wilayah Iran. Eskalasi di sekitar Iran tersebut telah menyebabkan blokade di Selat Hormuz, jalur penting bagi pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global.

Situasi ini juga memengaruhi tingkat ekspor dan produksi minyak di kawasan, sehingga mendorong kenaikan harga bahan bakar di sebagian besar negara di dunia.

Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov menyampaikan, Moskow membuka peluang bagi Pertamina untuk membeli minyak dari negaranya seiring kenaikan harga minyak dunia akibat penutupan Selat Hormuz.

“Presiden kami telah berkali-kali menyampaikan, terutama bagi negara-negara sahabat, kami siap bekerja sama di bidang minyak dan gas apabila mereka membutuhkan sesuatu,” kata Dubes Tolchenov ditemui di Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (1/4).

Baca juga:

Daftar Harga BBM Pertamina 1 April 2026, Pertalite hingga Pertamax Tetap Stabil

Tolchenov menyampaikan, sebagai duta besar, dirinya belum menerima permintaan langsung dari Pertamina maupun dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia. Pihak Kedutaan Besar Rusia terbuka untuk mendiskusikan terkait pembelian minyak dari Rusia.

“Jadi, silakan hubungi kami, sampaikan kebutuhan Anda, dan kita akan diskusikan bagaimana hal itu dapat diwujudkan,” tambahnya.

Diplomat Rusia menekankan, pembelian minyak Moskow tidak hanya terbuka untuk negara sahabat, melainkan juga untuk negara-negara yang tidak bersahabat, seperti negara di Eropa Barat.

“Jika mereka memiliki minat dan siap bekerja sama berdasarkan kontrak jangka panjang, kami juga bersedia memasok dan menjual minyak dan gas kepada mereka. Ini pada dasarnya adalah persoalan kebutuhan dan keinginan untuk bekerja sama dengan Rusia. Kami tidak pernah menolak siapa pun,” tegasnya.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan Indonesia membuka peluang impor minyak dari berbagai negara, termasuk Rusia sebagai bagian dari strategi diversifikasi sumber energi di tengah ketidakpastian geopolitik kawasan Timur Tengah. Pemerintah tidak membatasi sumber impor hanya pada satu negara.

Impor minyak dari Rusia kini memungkinkan setelah Amerika Serikat membuka kembali akses pembelian minyak dari negara tersebut yang sebelumnya dikenai sanksi. (*)

Baca Artikel Asli