MerahPutih.com - Gas elpiji 3 kilogram kembali mengalami kelangkaan. Saat ini, elpiji subsidi tersebut sulit ditemukan di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, sehingga para ibu rumah tangga mengeluhkan kondisi tersebut.
Salah seorang ibu rumah tangga di Lubukbasung, Ertina (49) mengatakan bahwa kesulitan itu sejak satu minggu lalu.
"Saya sudah mencari elpiji tiga kilogram tersebut di beberapa pedagang pengencer di Lubukbasung. Namun, persediaan tidak ada," kata Ertina, Sabtu (5/8).
Selain elpiji 3 kg sulit dicari, kata Ertina, harga juga naik dari biasanya sebesar Rp 23 ribu per tabung menjadi Rp 28 ribu per tabung.
Ia berharap pemerintah menyikapi sulitnya menemukan elpiji 3 kg tersebut.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Aryati menyebutkan pihaknya belum menerima laporan tentang keluhan sulit untuk mendapatkan elpiji kilogram dari warga.
Namun, pihaknya secepat mungkin melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi terkait sulit ditemukannya elpiji bersubsidi tersebut.
"Kami segera mungkin melakukan koordinasi tersebut agar kelangkaan elpiji tiga kilogram bisa teratasi secepat mungkin dan harga menjadi normal," kata Aryati.
Saat ini, harga enceran tertinggi (HET) elpiji 3 kg sebesar Rp 18 ribu per tabung di setiap agen dan persediaan akan tabung gas tersebut terbilang cukup aman. (*)
Sumber: ANTARA