Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Rupiah Hari Ini Mengamuk! Dolar AS Tumbang ke Rp18.082 Gara-Gara Sentimen Global dan Kuatnya Ekonomi Nasional

Angga Yudha Pratama - 1 jam, 49 menit lalu

Merahputih.com - Kurs rupiah hari ini sukses ditutup menguat tajam ke level Rp18.082 per dolar AS. Kenaikan sebesar 86 poin atau sekitar 0,47 persen ini menjadi sinyal positif yang melegakan di tengah tren dolar AS melemah akibat hantaman berbagai sentimen pasar global.

Melesatnya posisi rupiah ini tentu tidak terjadi tanpa alasan, melainkan didorong oleh perpaduan turunnya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat serta merosotnya harga minyak dunia.

Di sisi lain, laju positif ekonomi Indonesia yang mencetak rapor biru juga menjadi senjata ampuh untuk menjaga stabilitas mata uang kita.

Bagi investor yang mencari tahu arah prediksi rupiah ke depan, dinamika hasil pemilihan paruh waktu di AS rupanya sukses membuat aset berdenominasi dolar jadi kurang seksi untuk sementara waktu.

Baca juga:

IHSG Hari Ini Meroket Tajam ke 5.030, Sentimen Positif Domestik dan Global Jadi Penopang Utama


Dolar AS Loyo, Angin Segar Buat Mata Uang Berkembang

Turunnya daya tarik dolar di pasar global ternyata memberikan keleluasaan bagi mata uang negara berkembang untuk unjuk gigi.

Muhammad Amru Syifa, periset dari Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), membenarkan fenomena ini.

Penguatan ini terutama didorong oleh pelemahan dolar AS di pasar global yang memberikan ruang bagi rupiah untuk bergerak lebih baik,

ungkap Amru.

Selain karena suhu politik AS dan merosotnya yield obligasi, Amru juga menambahkan bahwa pelemahan harga minyak mentah dunia ikut memberi sentimen positif. Alasannya sederhana: turunnya harga minyak otomatis mengurangi beban biaya impor energi bagi Indonesia.

"Kondisi ini memberikan dukungan bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah," tegasnya.

Petugas

Adu Kuat Data Ekonomi AS vs Meroketnya Ekonomi RI

Meski mata uang Paman Sam sedang kepayahan, dinamika pasar tetap mengisyaratkan sikap waspada. Pasalnya, beberapa indikator ekonomi AS masih terbilang tangguh. Misalnya, laporan ADP terbaru mencatat ada penambahan 86 ribu tenaga kerja swasta sepanjang Oktober lalu, angka ini jauh di atas ekspektasi pasar yang hanya menebak 69 ribu.

Belum lagi aktivitas sektor jasa mereka yang masih ekspansif dengan indeks ISM Services PMI di angka 54,5. Fakta-fakta ini membuat para pelaku pasar tetap memelototi seperti apa arah kebijakan suku bunga The Fed ke depannya.

Untungnya, dari dalam negeri, fondasi ekonomi kita sedang berada dalam performa puncak. Tercatat, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III tahun 2026 sukses menembus 5,47 persen secara tahunan (year-on-year). Angka ini lebih tinggi dari kuartal sebelumnya (5,29 persen) dan sukses melampaui proyeksi pasar.

"Capaian tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi Indonesia masih cukup kuat, terutama ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan ekspor. Kondisi ini turut memberikan kepercayaan bagi investor terhadap prospek ekonomi Indonesia," jelas Amru.

Baca juga:

Rupiah Hari Ini Tumbang ke Rp18.046, Ancaman Suku Bunga The Fed Bikin Dolar AS Makin Beringas

Optimisme ini juga tecermin jelas pada kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) milik Bank Indonesia. Pada hari yang sama, data JISDOR menunjukkan pergerakan yang kian kokoh, parkir di level Rp18.094 per dolar AS dibandingkan hari sebelumnya yang berada di posisi Rp18.140 per dolar AS.

Mengingat tren saat ini, rupiah diyakini masih punya bensin yang cukup untuk melanjutkan relinya, meski pergerakannya akan tetap diwarnai fluktuasi pasar yang dinamis.

Baca Artikel Asli