Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Kurangi Sampah ke Bantargebang, Pramono Ingin PLTSa Dibangun di 3 Titik Jakarta

Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 12 Maret 2026

MerahPutih.com - Kapasitas TPST Bantargebang saat ini semakin terbatas, Pemerintah Jakarta tengah mengkaji transformasi sistem pengolahan sampah, dari pendekatan 'landfill' menuju 'waste to energy'.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengusulkan tiga lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) ke Menteri Lingkungan Hidup, yakni di Bantargebang, Rorotan dan Sunter.

"Kalau itu bisa dilakukan, maka masing-masing di Bantargebang kurang lebih 3.000 ton per hari, 2.000 sampah baru, 1.000 adalah sampah lama yang diambil dari Bantargebang," kata Pramono di Jakarta, Kamis (12/3).

Kemudian untuk Rorotan itu 2.000 ton per hari yang semuanya adalah sampah baru.

Baca juga:

Pramono Anung Pastikan Harga Pangan Jakarta Terkendali Jelang Lebaran 2026

"Sedangkan untuk di Sunter, ITF Sunter, kurang lebih 2.500 semuanya adalah sampah baru,," katanya.

Apabila PLTSa dan "Refuse Derived Fuel" (RDF) di Rorotan sudah beroperasi, lanjut Pramono, maka sekitar 6.500 hingga 7.000 ton sampah dapat tertampung.

Kemudian nantinya, Bantargebang akan dikurangi sebanyak 1.000 ton sampah setiap harinya.

"Saya yakin ini akan juga mengurangi volume yang ada di Bantargebang. Itu yang akan kami lakukan,” ujar Pramono.

Pramono menghadiri Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) terkait penanganan sampah perkotaan melalui Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Pramono pun membagikan momen tersebut melalui akun Instagram pribadinya @pramonoanungw.

Dengan Rakortas tersebut, Pramono berharap dapat mengurangi ketergantungan pada "landfill" (Tempat Pemrosesan Akhir/TPA).

"Dan meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan, serta mendukung target nasional pengelolaan sampah yang berkelanjutan," katanya.

Baca Artikel Asli