Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Kuliah Tatap Muka Perguruan Tinggi Swasta Tergantung Hasil PPKM

Alwan Ridha Ramdani - Senin, 06 September 2021

MerahPutih.com - Kuliah tatap muka perguruan tinggi swasta, salah satunya Universitas Pasundan (Unpas) Bandung, akan dilaksanakan tergantung hasil Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang masih berlangsung saat ini.

Rektor Unpas Eddy Jusuf mengatakan, Unpas akan menyesuaikan aturan PPKM dengan perkuliahannya. Unpas tidak ingin gegabah dalam mengambil keputusan, sebab melibatkan ribuan mahasiswa dari seluruh Indonesia.

Baca Juga:

Ketua DPD RI Dukung Langkah Presiden Tuntaskan Vaksinasi di Lampung

"Kami di perguruan tinggi belum berani membuka perkuliahan tatap muka, jadi yang dilakukan baru hybrid learning. Pembelajaran hybrid diutamakan untuk experiental learning, seperti pekerjaan studio atau laboratorium,” kata Eddy Jusuf.

Ia mengatakan, kendati mahasiswa Unpas yang hendak praktikum diperbolehkan ke kampus, namun kapasitas yang dibuka hanya 50 persen. Unpas terus mengikuti perkembangan PPKM, jika sudah memasuki level yang dinyatakan aman, maka kuliah tatap muka bakal dilakukan secara bertahap.

"Prosesnya tentu bertahap, terlebih untuk perguruan tinggi tergantung pada izin orang tua masing-masing. Kalau orang tua mengizinkan dan kondisi lingkungan sudah masuk level 1, kita akan selenggarakan kuliah tatap muka 100 persen,” ungkapnya.

Vaksinasi. (Foto:  Humas Kota Bandung)
Caption

Penyelenggaraan vaksinasi Covid-19 Unpas sendiri hasil kerja sama dengan berbagai pihak, antara lain, Polrestabes Kota Bandung yang dibantu Tim Fakultas Kedokteran Unpas sebagai leading sector pelaksanaan vaksinasi.

Rektor berharap Pekan Vaksinasi Covid-19 Unpas bisa menyumbang ketercapaian herd immunity di Indonesia, khususnya Kota Bandung. Jika herd immunity mencapai 70 persen, setidaknya mobilitas warga dapat kembali normal, namun tetap harus menerapkan protokol kesehatan.

"Dengan tercapainya persentase tersebut, kita sedikit lega karena mobilitas bisa berangsur normal. Walau begitu, semua kembali pada disiplin kita sendiri, jadi saya mohon peserta vaksin tetap menjalankan prokes,” jelasnya. (Imanha/Jawa Barat)

Baca Juga:

Vaksinasi Merdeka Gelombang Dua, Polda Metro Gempur Wilayah Penyangga Ibu Kota

Baca Artikel Asli