Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Dunia

Kuasai Benteng Era Perang Salib Kastil Beaufort, Netanyahu Perintahkan Perluas Operasi di Lebanon Selatan

Alwan Ridha Ramdani - Senin, 01 Juni 2026

MerahPutih.com - Pasukan Israel dikabarkan telah melakukan penaklukan Kastil Beaufort, benteng peninggalan dari era Perang Salib. Penaklukan ini diklaim sebagai tahap dan perubahan dramatis dalam kebijakan dia jalankan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan, pihaknya telah memerintahkan militer untuk memperluas serangan ke wilayah Lebanon Selatan dan memperketat kendali atas wilayah-wilayah yang dikuasai Hizbullah.

Saya telah memerintahkan IDF (pasukan pertahanan Israel) untuk memperluas operasi militer di Lebanon. Pasukan kami telah menyeberangi Sungai Litani. Mereka menguasai wilayah strategis. Mereka merebut area pegunungan Beaufort. Dan kini, perintah saya adalah untuk memperkuat dan memperluas kendali kami atas wilayah-wilayah yang sebelumnya dikuasai Hizbullah,

kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan.


Ia menegaskan, pihaknya telah mengambil inisiatif, beroperasi di semua barisan, di Suriah, di Gaza, di Lebanon.

Kami telah menetapkan zona keamanan di luar perbatasan kami untuk melindungi komunitas kami. Ini akan memakan waktu lebih lama, tetapi kami akan memulihkan keamanan bagi penduduk di Utara, sama seperti yang kami lakukan bagi penduduk di Selatan. Ini akan memakan waktu, tetapi kami akan menyelesaikan misi ini,

ujarnya.

Sementara itu, Prancis telah meminta digelar sidang darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) sebagai tanggapan atas operasi militer Israel di Lebanon selatan, kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Prancis Jean-Noel Barrot.

"Saya telah meminta dilakukan sidang darurat Dewan Keamanan PBB," kata Menlu Barrot dalam wawancara di BFM TV.

Tindakan Israel itu tidak dapat diterima dan invasi ke negara tetangga itu merupakan "kesalahan serius". Tidak ada yang dapat membenarkan kelanjutan aksi militer Israel di Lebanon atau penguasaan lebih jauh ke wilayah Lebanon oleh Israel.

Baca Artikel Asli