KSPI: Belanja Murah dan Transjakarta Gratis Salah Sasaran

Jumat, 03 November 2017 - Zulfikar Sy

MerahPutih.com - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menilai rencana Pemprov DKI Jakarta yang ingin mengratiskan Transjakarta dan belanja murah bagi buruh salah sasaran.

Pasalnya, mengacu pada standardisasi pengupahan serta kebutuhan hidup buruh di Jakarta, maka wacana tersebut seperti lip service.

"Kalau buruh Jakarta mayoritas pabriknya dipinggiran kota, seperti di daerah Cilincing, Cakung, Daan Mogot, Ciracas, Sunter, dan Raya Bogor," Kata Deputi Presiden KSPI M Rusdi di Kantor KSPI, Jakarta Timur, Jumat (3/11).

Sehingga, mayoritas buruh yang hendak berangkat ke pabrik tidak menggunakan Transjakarta dan lebih memilih angkot atau ojek.

Perumahan buruh yang berada di pinggiran Jakarta mayoritas tidak tersentuh sarana Transjakarta sehingga transportasi lain menjadi pilihan.

"Sehingga kebijakan menggratiskan Transjakarta tidak tepat dan salah sasaran," ucap dia.

Kemudian, soal diskon belanja bagi buruh, menurut Rusdi tidak bisa menutupi kebutuhan rumah tangga buruh dengan UMP saat ini.

Jika dihitung, kebutuhan riil pekerja lajang saja Rp 3,9 juta dengan rincian untuk perumahan, transportasi, dan makanan, belum kebutuhan lainnya.

"Jadi kalau UMP Rp 3,6 juta padahal kebutuhan dasar saja Rp 3,9 juta maka dipastikan buruh nombok," ujarnya. (Fdi)

Baca juga berita lainnya dalam artikel: Soal Penetapan UMP, Ahok Dinilai Lebih Berani Dibanding Anies-Sandi

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan