Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Kronologis Lengkap Sopir Grab Peras Penumpang Cewek karena Mau Nikah

Wisnu Cipto - Selasa, 02 April 2024

MerahPutih.com - Perempuan berinisial C (29) menjadi korban upaya pemerasan dan aksi kekerasan disertai penyekapan oleh sopir Grab berinisial MGS (25). Korban mengalami kejadian tragis itu saat menjadi penumpang kendaraan yang disopiri pelaku pada Senin (25/3) pekan lalu.

Kepolisian telah berhasil membekuk pelaku MGS pada Jumat (29/3) lalu. Kepada penyidik, tersangka mengaku melakukan aksinya memeras korban meminta paksa uang Rp 100 juta karena butuh biaya untuk menikah.

Baca juga:

Kebelet Nikah, Sopir Grab Nekat Palak Penumpang Cewek Rp 100 Juta Diciduk

"Karena kepepet mau menikahi pacarnya. Pada April ini pelaku akan menikah tetapi belum ada biayanya," kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes M Syahduddi dalam keterangannya di Jakarta, dilansir dari Antara, Selasa (2/4).

Kombes Syahduddi menjelaskan kronologi awal pemalakan dan penganiayaan yang dialami penumpang Grab itu terjadi di Tol Tangerang, ketika mobil yang dikendarai pelaku sudah mendekati wilayah tujuan korban, yakni Kembangan, Jakarta Barat.

"Kemudian korban merasa curiga dan menanyakan 'kenapa dimasukkan ke dalam tol?' Kemudian pelaku menjawab yang bersangkutan hanya mengikuti sesuai dengan peta digital yang ada di handphone-nya," ungkap Syahduddi.

Kapolres menambahkan korban C lalu memeriksa handphone yang bersangkutan dan dilihat jarak antara tempat tinggal korban (apartemen di Kembangan) dengan TKP itu sekitar 11 menit.

"Artinya sudah menjauh dari tujuan korban minta diantar ke salah satu apartemen di kawasan Kembangan. Ternyata pelaku ataupun sopir ini belum menekan tombol pick up penumpang, sehingga korban semakin curiga dan berupaya untuk kembali ke sesuai dengan alamat tujuan," kata Syahduddi.

Baca juga:

Penyebab Kecelakaan di Gerbang Tol Halim, Sopir Truk Ugal-ugalan

Namun, kata Syahduddi, tiba-tiba pelaku langsung menyodorkan handphone kepada korban sambil memaksa korban untuk mentransfer sejumlah uang ke rekening pelaku. "Karena kaget, korban juga menanyakan 'ini uang untuk apa?' (tanya korban) 'Pokoknya ditransfer ke rekening ini sejumlah Rp 100 juta'. (jawab pelaku)," ujar Kapolres.

Korban, lanjut Syahduddi, mengatakan tidak punya uang sejumlah Rp 100 juta, melainkan hanya Rp500 ribu. Menurut dia, korban pun sempat berusaha melarikan diri dari mobil, tetapi berhasil kembali ditangkap kembali pelaku.

"Ketika akan dimasukkan ke dalam mobil korban dan pelaku bertemu dengan orang yang kebetulan melintas di area Jalan di luar jalan tol, kemudian dengan seketika korban langsung berteriak dan mengatakan bahwa yang bersangkutan akan dirampok dan berteriak maling. Karena panik akhirnya pelaku melarikan diri," kata Syahduddi.

Syahduddi menjelaskan setelah berhasil lolos korban langsung menghubungi pihak keluarganya dan malam itu juga melapor ke polisi, serta menjalani proses visum. Penyidik, lanjut dia, dibantu pengelola taksi daring berhasil mengidentifikasi pelaku.

"Penyidik langsung berkoordinasi dengan pengelola taksi daring tersebut. Setelah mendapat identitas dan data dari pada pengemudi dan juga pelaku, pelaku berhasil diamankan pada Jumat dini hari sekira pukul 02.00 WIB," ungkap perwira polisi berpangkat melati tiga itu. (*)

Baca juga:

Mantan Pengawal Selebriti Ciptakan Aplikasi Taksi Online Bersenjata

Baca Artikel Asli