MerahPutih.com - Meskipun jalur pasokan air utama dari Israel ke Jalur Gaza telah dibuka kembali, Gaza City masih menghadapi krisis kekurangan air bersih yang parah.
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menyatakan kebutuhan dasar air bersih masyarakat Gaza masih jauh dari memadai.
Baca juga:
Titik Nadir Krisis Medis Gaza, Obat Nyeri Langka Jadi Barang Mewah
Jatah Seluruh Gaza Sehari Cuma 6.000 Meter Kubik
OCHA melaporkan hanya sekitar 6.000 meter kubik air yang menjangkau masyarakat setiap hari, dengan kehilangan volume signifikan di daerah-daerah sulit dijangkau.
“Untuk mengatasi kekurangan ini, kami bersama para mitra telah meningkatkan produksi air dan menyalurkan pengiriman melalui truk dari sumur-sumur air tanah dan instalasi desalinasi sektor swasta,” tulis pernyataan resmi OCHA, dikutip Antara, Selasa (10/2).
Kekurangan air minum dan air bersih berdampak langsung pada kebutuhan rumah tangga, kebersihan, dan kesehatan masyarakat Gaza. Kondisi ini memperburuk krisis kemanusiaan yang sudah berlangsung akibat konflik berkepanjangan.
Baca juga:
Iuran Indonesia ke Dewan Perdamaian Gaza Ala Trump Sebagian Bakal Dari APBN
Bantuan Kemanusiaan Internasional
Sejak akhir Januari, OCHA bersama mitra lokal dan internasional telah menyalurkan bantuan darurat. Distribusi bantuan ini bertujuan untuk mengurangi dampak langsung krisis air terhadap kesehatan masyarakat, terutama risiko penyakit menular akibat sanitasi yang buruk.
“Sejak akhir bulan lalu, para mitra kami telah mendistribusikan lebih dari 100.000 jeriken air, 700.000 lebih batang sabun, dan lebih dari 25.000 paket kebersihan, 400 lebih jamban untuk rumah tangga, serta 250 paket obat kutu di seluruh Gaza,” tulis OCHA. (*)