PERJALANAN manusia ke Mars tidak main-main. Dubai sudah mempersiapkan kota simulasi yang nantinya ada di Mars dengan nilai Rp1,7 triliun.
Agaknya Uni Emirat Arab (UAE) menyadari bahwa wilayahnya memiliki kemiripan dengan kondisi Mars. Makanya mereka kemudian membangun kota simulasi ini di gurun pasir. Dengan kondisi Dubai yang berpasir, diharapkan manusia mendapatkan gambaran bagaimana tinggal di Mars.
Proyek Mars Science City sudah mengadakan pertemuan dengan pemerintah UEA pada minggu ini dan akan membangun kubah besar yang melingkupi area seluas 176 ribu meter persegi.
Kota ini menjadi tempat tinggal bagi periset yang mempelajari berbagai hal yang kemungkinan ada di Mars. Seperti ketersediaan air dan energi. UAE berharap dapat membangun pemukiman di Mars dalam 100 tahun ini.
Syech Mohammed bin Rashid Al Maktoum, Wakil Presiden UAE, mengharapkan dari eksperimen dalam kota simulasi tersebut bukan hanya untuk kepentingan koloni manusia di Mars. Namun juga menaikan taraf hidup manusia di Bumi, demikian yang dituliskan pada laman Mirror.
UAE ingin mengambil bagian sebagai negara terdepan membangun koloni manusia di Mars. Mereka akan meluncurkan roket yang berisikan wahana penelitian ke Mars di tahun 2020 bernama Hope. Hope akan mengorbit Mars dan mengambil berbagai data selama tiga tahun.
Yang berambisi bukan hanya UAE, melainkan SpaceX. Badan antariksa swasta itu bahkan berambisi sudah melangkah lebih dahulu di tahun 2018. Elon Musk berambisi untuk menadarat dan mengkolonialisasi Mars. (psr)