MERAHPUTIH.COM — KOREA Utara menyatakan telah melakukan uji tembak sistem rudal pertahanan udara baru dan menggelar latihan serangan dengan rudal jelajah strategis jarak jauh. Media pemerintah melaporkan pengujian itu pada Kamis (5/11). Peristiwa ini menandai uji coba senjata keempat Pyongyang dalam sepekan terakhir.
Laporan Korut tersebut muncul setelah Kepala Staf Gabungan (JCS) Korea Selatan mendeteksi Pyongyang menembakkan beberapa rudal ke arah Laut Timur dari area Sondok di Provinsi Hamgyong Selatan pada Rabu pagi. Korean Central News Agency (KCNA) melaporkan uji coba sistem rudal pertahanan udara baru oleh Badan Administrasi Rudal bertujuan mengonfirmasi kemampuan teknisnya.
"Uji tembak ini membuktikan spesifikasi teknis serta keandalan material baru dan mode panduan ganda cerdas dari proyektil, kemampuan identifikasi dan pelacakan target dari sistem rudal pertahanan udara, serta perangkat pemproses informasi deteksinya," ujar KCNA dalam laporan itu.
Selain itu, submurni kekuatan tembak dari unit rudal jelajah strategis jarak jauh di wilayah timur juga menggelar latihan serangan pada hari yang sama, menggunakan rudal jelajah strategis jarak jauh terhadap target bandara simulasi.
Baca juga:
JCS sebelumnya menyatakan rudal-rudal tersebut terbang kurang dari 300 kilometer, dengan otoritas membuka kemungkinan bahwa amunisi yang digunakan mencakup rudal balistik jarak dekat.
Peluncuran pada Rabu ini dilakukan saat Kim Yo-jong, adik perempuan berpengaruh dari pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, mengeluarkan pernyataan berturut-turut pekan ini yang menolak penyelidikan AS atas tuduhan bahwa Korut mencuri aset kripto senilai lebih dari USD 6 miliar dari Binance, bursa cryptocurrency terbesar di dunia. Peluncuran ini juga bertepatan dengan pemilu sela AS yang secara luas dipandang sebagai referendum bagi Presiden AS Donald Trump di pertengahan masa jabatan keduanya.
Uji coba senjata terbaru Korea Utara ini tampaknya bertujuanmerespons Freedom Flag, yaitu latihan militer udara bersama antara Korea Selatan dan AS yang sedang berlangsung.
Awal pekan ini, Kim Jong-sik, anggota Komisi Militer Pusat, mengkritik latihan gabungan Seoul-Washington termasuk Freedom Flag. Ia menuduh para musuh meningkatkan pergerakan militer mereka baik secara terbuka maupun tertutup.
Uji coba pada Rabu merupakan uji coba senjata keempat Korut dalam sepekan, yang dimulai dengan penembakan peluncur roket ganda ‘ultra-presisi’ 600 milimeter pada Kamis yang dihadiri langsung oleh pemimpin Jong-un. Korut juga menguji bom kluster yang dapat dipasang pada rudal balistik taktis pada Sabtu, serta ‘hulu ledak dispersi’ untuk rudal jelajah strategis pada Senin.
Rodong Sinmun, surat kabar resmi dari Partai Buruh Korea yang berkuasa, tidak memberitakan tiga peristiwa terakhir tersebut.(dwi)
Baca juga:
Korea Utara Bantah Dalangi Peretasan Binance, Tuding AS Memprovokasi