MerahPutih.com - Operasi darurat pencarian korban longsor TPST Bantargebang, Kota Bekasi, resmi ditutup pada Selasa (10/3) ini. Korban terakhir atas nama Riki Supriadi (40) telah berhasil ditemukan.
Kini tercatat, total korban tewas dalam tragedi longsornya tumpukan gunung sampah di Bantargebang mencapai 7 orang. Tiga jasad terakhir berhasil dievakuasi Senin (9/3) kemarin. Terbaru, jenazah Riki ditemukan semalam pukul 23.00 WIB lewat.
Baca juga:
Korban Tewas Longsor Sampah Bantargebang Tambah Jadi 6 Orang, Ini Identitas 2 Jasad Baru
Jasad korban pertama yang ditemukan tim Basarnas Senin kemarin atas nama Jussova Situmorang dalam kondisi meninggal dunia pada pukul 12.05 WIB.
“Selanjutnya pada pukul 17.50 WIB tim SAR gabungan kembali menemukan korban bernama Hardianto di pinggir kali tertumpuk timbunan sampah,” kata Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, saat dikonfirmasi media, Selasa (10/3).
Total korban longsor sampah di TPST Bantargebang sebanyak 13 orang. Dari jumlah itu, enam orang dinyatakan selamat dan tujuh sisanya meninggal dunia.
3 Truk dan Warung Tertimpa Longsor
Peristiwa tragis di TPST Bantargebang, Kota Bekasi, itu terjadi Minggu (8/3) siang. Longsor terjadi saat truk-truk mengantre untuk membuang sampah sekitar pukul 14.30 WIB.
Tiga truk tertimpa reruntuhan gunung sampah. Longsoran sampah juga menimpa warung yang berada di sekitar gunungan sampah. Akibatnya sopir truk, hingga pemulung dan termasuk penjaga warung langsung terjebak timbunan sampah yang longsor.
Baca juga:
TKP Longsor Bantargebang Ditutup, 7.500 Ton Sampah Harian Jakarta Tidak Bisa Masuk
Operasi Tanggap Darurat
Sejak laporan kejadian diterima Minggu (8/3), DLH DKI Jakarta langsung mengaktifkan operasi tanggap darurat yang melibatkan tim gabungan dari berbagai instansi.
Dilansir Antara, tim gabungan yang terlibat antara lain Yon Armed 7/155 GS Kodam Jaya, BPBD DKI Jakarta, BPBD Kota Bekasi, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi, Polsek Bantargebang, serta Koramil 05/Bantargebang.