Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Komisi X DPR Desak Investigasi Transparan Kasus Dugaan Kekerasan Seksual di UPN Veteran Yogyakarta

Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 22 Mei 2026

MerahPutih.com - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menilai kasus dugaan kekerasan seksual yang melibatkan dosen di UPN Veteran Yogyakarta sudah masuk kategori darurat. DPR pun meminta pemerintah turun tangan untuk mengawal penanganan kasus tersebut.

“Kami tentu sangat prihatin dan mengecam segala bentuk kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi, termasuk yang terjadi di UPN Veteran Yogyakarta. Bagi kami, ini sudah sangat darurat,” kata Lalu Ari dalam keterangannya, Jumat (22/5).

Baca juga:

Komisi X DPR: Kampus Gagal Cegah Kekerasan Seksual, Diminta Belajar dari Korea Selatan

DPR Minta Investigasi Transparan dan Berpihak pada Korban

Pria yang akrab disapa Lalu Ari itu mendesak Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia ikut mengawal proses investigasi agar berjalan transparan dan berpihak kepada korban.

Ia menegaskan kasus tersebut tidak boleh diselesaikan secara internal hanya demi menjaga nama baik kampus.

Meski demikian, ia mengapresiasi langkah kampus yang telah menonaktifkan sementara dosen terduga pelaku sesuai Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024 dan keputusan rektor.

“Namun, kami juga mendesak agar kampus memberikan perlindungan penuh kepada korban, baik secara psikologis, akademik, maupun hukum,” ujarnya.

Lalu Ari juga meminta kampus memastikan tidak ada intimidasi ataupun tekanan terhadap korban selama proses investigasi berlangsung.

Baca juga:

Temu Nasional Pesantren Sepakat Pelaku Kekerasan Seksual tak akan Dilindungi

Menurut Ari, kasus tersebut menjadi ujian serius bagi dunia pendidikan dalam menangani kekerasan seksual di lingkungan kampus.

Ia meminta Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual bekerja maksimal agar penanganan kasus benar-benar berpihak pada korban.

Jangan sampai ada relasi kuasa dalam dunia pendidikan yang menjadi tameng bagi perilaku kekerasan (seksual),

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani.

Mahasiswa Gelar Demonstrasi di Rektorat

Sebelumnya, mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta menggelar aksi demonstrasi di kantor rektorat pada Rabu (20/5). Mereka mendesak pihak kampus segera mengusut tuntas dugaan kekerasan seksual yang melibatkan dosen.

Ketua BEM KM UPN Veteran Yogyakarta, Muhammad Risyad Hanafi, mengatakan aksi tersebut dipicu akumulasi kemarahan mahasiswa terhadap kasus yang diduga sudah berlangsung lama.

Baca juga:

Viral Dugaan Pelecehan Seksual Dosen UIN Surakarta, Laporan Lambat Ditangani

Mahasiswa meminta rektorat menyelesaikan kasus dalam waktu tiga hari serta menonaktifkan terduga pelaku hingga proses investigasi selesai.

“Untuk Pak Rektor sebenarnya untuk menyelesaikan ini dengan komitmen secepatnya, pastinya selama tadi disampaikan tiga hari,” kata Risyad.

Ia juga menyebut laporan dugaan kekerasan seksual di kampus telah muncul sejak 2013 dan tidak hanya terjadi di satu fakultas.

Menurutnya, bentuk dugaan kekerasan yang dilaporkan beragam, mulai dari verbal hingga fisik.

“Ada video-video yang kami himpun juga bagaimana beliau bertutur kata di dalam kelas ataupun di forum-forum terbuka dengan jokes-jokes seksisnya,” ujarnya. (Pon)

Baca Artikel Asli