Ketua INTI: Kelompok Tionghoa Punya Tanggung Jawab dalam Pembangunan Indonesia

Sabtu, 16 Desember 2017 - Luhung Sapto

MerahPutih.com - Ketua Umum Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Teddy Sugianto mengatakan INTI adalah organisasi yang bersifat inklusif yang berperan untuk ikut serta dalam proses pembangunan Indonesia sejak 1999. Termasuk ikut merajut tali persatuan bangsa antar sesama etnis dan agama yang ada di Indonesia.

"Kita ini adalah bagian dari Indonesia. Tentu kita bertanggungjawab untuk ikut serta membantu pemerintahan dalam pembangunan-pembangunan baik secara sosial dan ekonomi," katanya saat memberikan kata sambutan pada seminar dan diskusi mengenai Prospek Indonesia di Tahun 2018 yang diadakan Perhimpunan INTI di Gedung Mega Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (16/12).

Turut hadir dalam acara tersebut, Ketua Umum ICMI Jimly Asshiddiqie, Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsudin, Pengamat Politik Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya, mantan Menko Kemaritiman Dr. Rizal Ramli, Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila Yudi Latif, PhD, dan Wakil Ketua Umum Kadin bidang Ketenagakerjaan Anton J. Supit.

Untuk mewujudkan itu semua, kata Teddy, tentu dari berbagai etnis dan agama yang ada ini perlu bersatu mengukuhkan niat untuk memperbaiki dan membangun bangsa Indonesia agar lebih maju.

Dalam kesempatan itu Teddy mengungkapkan, etnis Tionghoa mengharapkan pemerintah memberikan kesempatan masuk dalam struktur pemerintahan serta celah untuk terjun ke kancah politik.

"Saya ingin sebetulnya pemerintah terbuka untuk kita (etnis tionghoa) bisa ikut masuk dan membantu presiden membangun pemerintahan, tidak hanya di aspek bisnis, tapi juga di struktuk politik pemerintah," kata Teddy menambahkan. (*)

Baca juga berita terkait lainnya di: INTI: Utamakan Dialog untuk Atasi Perpecahan

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan