Akulturasi Budaya Cirebon dan Tionghoa dalam Festival Pecinan Cirebon

Hendaru Tri HanggoroHendaru Tri Hanggoro - Sabtu, 04 Februari 2023
Akulturasi Budaya Cirebon dan Tionghoa dalam Festival Pecinan Cirebon

Orang Tionghoa di Cirebon telah membaur dan bersilang kawin dengan masyarakat setempat. (Foto: Mauritz)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PEMERINTAH Kota Cirebon bersama komunitas masyarakat dan Vihara menyelenggarakan Festival Pecinan Cirebon. Digelar di Lapangan Kebumen, Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon pada 2-5 Februari 2023, festival ini jadi sebentuk komitmen merawat nilai-nilai seni, tradisi, dan kebudayaan orang Tionghoa Cirebon.

“Oleh sebab itulah, berbagai upaya pelestarian harus senantiasa dilakukan dan didukung agar eksistensinya tidak tergerus oleh arus modernitas,” kata Wakil Wali Kota Cirebon Eti Herawati saat membuka Festival Pecinan Cirebon, Jum'at (3/2).

Menurut Eti, kegiatan ini menjadi wujud nyata melestarikan kekayaan seni dan budaya Cirebon. Misalnya penampilan pada Jum'at lalu adalah wujud keberagaman pertunjukan seni budaya Tionghoa, kuliner, dan budaya Cirebon.

Baca juga:

Bentuk Apresiasi Budaya Pecinan dan Dukungan Seni Mural Indonesia di Pantjoran PIK

Mukhoyyaroh, penulis Akulturasi Budaya Tionghoa dan Cirebon di Kesultanan Cirebon, menyatakan ada sejumlah pendapat tentang mula keberadaan orang Tionghoa di Cirebon. Pertama, keberadaan orang Tionghoa di Cirebon berjejak pada abad ke-8. Buktinya adalah Klenteng Tiao Kao Sie dekat pelabuhan Cirebon sekarang.

"Ada juga pendapat yang mengatakan kedatangan etnis Tionghoa ke Cirebon terjadi pada awal abad ke-15, ditandai dengan berdirinya kampung pecinan yang dibangun tahun 1415 oleh anak buang Cheng Ho sewaktu singgah di Pelabuhan Muara Jati," tulis Mukhoyyaroh dalam Akulturasi Budaya Tionghoa dan Cirebon di Kesultanan Cirebon.

Pendapat ketiga menyebutkan bahwa Orang Tionghoa mulai hadir ke Cirebon pada abad ke-18. Mereka adalah para pengungsi dari Batavia. Mereka pindah ke Cirebon lantaran terjadi huru-hara atau pembantaian orang Tionghoa di Batavia pada 19 Oktober 1740.

Meskipun terdapat silang pendapat seputar keberadaan mula orang Tionghoa, para ahli umumnya bersepakat bahwa orang Tionghoa di Cirebon telah membaur dan bersilang kawin dengan masyarakat setempat. Termasuk pula dengan orang-orang Arab. Karena itulah, Cirebon kaya dengan ragam budaya dan kuliner.

“Melalui Festival Pecinan ini juga diharapkan dapat menjadi salah satu langkah untuk menarik wisatawan ke Kota Cirebon. Semoga kegiatan ini berjalan dengan lancar,” jelas Eti.

Baca juga:

Dipercantik, Bangunan Tua di Pecinan Jamblang, Cirebon, Dijadikan Wisata Gedung Tua

festival pecinan cirebon
Melalui Festival Pecinan ini juga diharapkan dapat menjadi salah satu langkah untuk menarik wisatawan ke Kota Cirebon. (Foto: Mauritz)

Sementara itu, Ketua Pelaksana Festival Pecinan Cirebon, Sindiyanto mengatakan, festival ini berlangsung pada pukul 10.00-22.00 WIB.

“Di dalam festival ini akan banyak menampilkan seni dan budaya dari Tionghoa dan Cirebon, tetapi juga ada beragam kuliner,” terangnya.

Sindiyanto menambahkan, Festival Pecinan merupakan kegiatan bersama dengan berbagai kelompok, mulai dari vihara hingga komunitas masyarakat lainnya.

“Total ada 60 lebih booth yang buka. Ada kuliner khas Cirebon dan Tionghoa,” ujarnya.

Festival Pecinan Cirebon ini akan beriringan dengan perayaan kirab budaya Cap Go Meh yang digelar pada 5 Februari 2023. (Mauritz)

Baca juga:

Festival Lentera, Mengenal Uniknya Cap Go Meh Warga Tiongkok

#Tionghoa #Budaya Cirebon
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Fun
Cara Unik Rayakan Imlek, 3 Film Horor Pilihan Bertema Budaya Tionghoa
Film-film horor ini menghadirkan nuansa mistis, kutukan, hingga tradisi leluhur kental Tionghoa, sehingga cocok menjadi hiburan menegangkan.
Wisnu Cipto - Senin, 16 Februari 2026
Cara Unik Rayakan Imlek, 3 Film Horor Pilihan Bertema Budaya Tionghoa
Lifestyle
Makna Imlek 2026: Tahun Shio Kuda Api yang Bawa Energi Perubahan Kuat
Makna Imlek 2026 menandai tahunnya Shio Kuda. Shio ini membawa energi perubahan kuat dan membuka era baru.
Soffi Amira - Kamis, 12 Februari 2026
Makna Imlek 2026: Tahun Shio Kuda Api yang Bawa Energi Perubahan Kuat
Lifestyle
7 Tradisi Imlek yang Masih Lestari di Indonesia, Jadi Simbol Harapan dan Kebersamaan
Tradisi Imlek di Indonesia ini masih biasa dilakukan oleh masyarakat Tionghoa. Tradisi itu menjadi simbol harapan dan kebersamaan.
Soffi Amira - Kamis, 12 Februari 2026
7 Tradisi Imlek yang Masih Lestari di Indonesia, Jadi Simbol Harapan dan Kebersamaan
Berita Foto
Ornamen Tionghua Hiasi Pusat Perbelanjaan Jelang Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Jakarta
Pengunjung berfoto bersama dengan latar belakang Ornamen Oriental Khas Imlek di Pusat Perbelanjaan Plaza Senayan, Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 11 Februari 2026
Ornamen Tionghua Hiasi Pusat Perbelanjaan Jelang Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Jakarta
Tradisi
Warna Merah dan Imlek, Simbol Perayaan dan Harapan Keberuntungan
Warna merah dalam kebudayaan Tionghoa merupakan salah satu budaya yang paling kaya akan simbol.
Dwi Astarini - Jumat, 06 Februari 2026
 Warna Merah dan Imlek, Simbol Perayaan dan Harapan Keberuntungan
Berita Foto
Umat Buddha Gelar Buka Puasa Bersama untuk Umat Muslim saat Ramadan 1446 H di Vihara Dharma Bakti
Umat membagikan makanan untuk buka puasa bagi umat muslim di Vihara Dharma Bakti, Petak Sembilan, Jakarta Barat, Senin (10/3/2025).
Didik Setiawan - Senin, 10 Maret 2025
Umat Buddha Gelar Buka Puasa Bersama untuk Umat Muslim saat Ramadan 1446 H di Vihara Dharma Bakti
Berita Foto
Warga Etnis Tionghoa Berburu Pernak-pernik Jelang Perayaan Imlek 2025
Warga Etnis Tionghoa memilih berbagai pernak-pernik Imlek di Kawasan Pecinan Glodok, Taman Sari, Jakarta Barat, Senin (20/1/2025).
Didik Setiawan - Senin, 20 Januari 2025
Warga Etnis Tionghoa Berburu Pernak-pernik Jelang Perayaan Imlek 2025
Indonesia
Komunitas Tionghoa Curhat ke RIDO, Jakarta Harus Punya Gedung Opera Kesenian
Ridwan Kamil dan Suswono (RIDO), menerima masukan dari Komunitas Tionghoa terkait gedung Chinese Opera
Frengky Aruan - Rabu, 23 Oktober 2024
Komunitas Tionghoa Curhat ke RIDO, Jakarta Harus Punya Gedung Opera Kesenian
Indonesia
Bertemu Komunitas Tionghoa, Ridwan Kamil Pamer Punya 20 Karya di China
Ridwan Kamil (RK) atau Bang Emil blusukan di Kawasan Glodok, Jakarta Barat, Rabu (23/10).
Frengky Aruan - Rabu, 23 Oktober 2024
Bertemu Komunitas Tionghoa, Ridwan Kamil Pamer Punya 20 Karya di China
Lifestyle
Memahami Makna di Balik Angka 8 dalam Kepercayaan Masyarakat Tionghoa
Masyarakat Tionghoa memiliki sejumlah nilai filosofis yang kaya, dan salah satunya adalah keyakinan terhadap angka 8.
Pradia Eggi - Rabu, 24 Januari 2024
Memahami Makna di Balik Angka 8 dalam Kepercayaan Masyarakat Tionghoa
Bagikan