Ketua DPR Puan: Tidak Ada Artinya Kekuasaan bila Rakyat Terbelah

Rabu, 16 Agustus 2023 - Zulfikar Sy

MerahPutih.com - Ketua DPR RI Puan Maharani memberi perhatian khusus pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang dalam pidato Sidang Paripurna DPR RI Tahun 2023 dengan agenda keterangan pemerintah atas RUU APBN Tahun Anggaran 2024.

Puan berharap, kontestasi Pemilu tahun depan tidak boleh terjadi perpecahan demi kepentingan kekuasaan.

Menurutnya, tidak ada artinya kekuasaan diraih apabila terjadi pembelahan di masyarakat.

Baca Juga:

Puan Pamer Capaian DPR yang Telah Buat 64 UU Sejak 2019

"Tidak ada artinya kekuasaan bila rakyat terbelah, menjadi kepingan-kepingan sosial dengan penuh dendam, saling benci, saling dengki," kata Puan.

Ketua DPP PDI Perjuangan ini mengatakan bahwa demokrasi dan pemilu yang ada di Indonesia merupakan alat untuk menyejahterakan rakyat, bukan untuk memecah belah.

"Demokrasi adalah alat, pemilu adalah alat, bahwa rakyat sejahtera lah tujuannya. Bahwa masyarakat adil dan makmur tujuannya. Bahwa rakyat sentosa lah tujuannya. Bahwa rakyat bersatu hidup tenteram lah tujuannya," jelasnya.

Tegas dia, perbedaan adalah hal yang biasa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, terlebih Indonesia menganut hukum demokrasi. Oleh karena itu, dia meminta kepada semua pihak untuk tidak mengedepankan hal negatif dalam menghadapi perbedaan politik.

Baca Juga:

Pantun Penutup Pidato Bamsoet: Ganjar, Prabowo dan Anies Harus Lanjutkan Pembangunan

Istri dari Happy Hapsoro ini pun berharap, pertarungan politik serentak tahun depan bisa berjalan dengan lancar, demokratis, jujur, dan adil.

"Fondasi utama kita membangun negeri adalah persatuan rakyat. Tanpa persatuan rakyat, sulit kiranya bangsa Indonesia bisa mencapai kemajuan. Bangsa Indonesia hendaknya setia kepada sifat asalnya, yaitu bangsa yang berbeda-beda tetapi dipersatukan oleh Pancasila, ojo pedhot oyot," tutupnya. (Asp)

Baca Juga:

Jokowi Miris Budaya Santun Masyarakat Indonesia yang Mulai Hilang

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan