Ketua DPR Puan: Tidak Ada Artinya Kekuasaan bila Rakyat Terbelah
Ketua DPR Puan Maharani berpidato dalam Sidang Paripurna DPR RI Tahun 2023. (Foto: YouTube)
MerahPutih.com - Ketua DPR RI Puan Maharani memberi perhatian khusus pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang dalam pidato Sidang Paripurna DPR RI Tahun 2023 dengan agenda keterangan pemerintah atas RUU APBN Tahun Anggaran 2024.
Puan berharap, kontestasi Pemilu tahun depan tidak boleh terjadi perpecahan demi kepentingan kekuasaan.
Menurutnya, tidak ada artinya kekuasaan diraih apabila terjadi pembelahan di masyarakat.
Baca Juga:
Puan Pamer Capaian DPR yang Telah Buat 64 UU Sejak 2019
"Tidak ada artinya kekuasaan bila rakyat terbelah, menjadi kepingan-kepingan sosial dengan penuh dendam, saling benci, saling dengki," kata Puan.
Ketua DPP PDI Perjuangan ini mengatakan bahwa demokrasi dan pemilu yang ada di Indonesia merupakan alat untuk menyejahterakan rakyat, bukan untuk memecah belah.
"Demokrasi adalah alat, pemilu adalah alat, bahwa rakyat sejahtera lah tujuannya. Bahwa masyarakat adil dan makmur tujuannya. Bahwa rakyat sentosa lah tujuannya. Bahwa rakyat bersatu hidup tenteram lah tujuannya," jelasnya.
Tegas dia, perbedaan adalah hal yang biasa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, terlebih Indonesia menganut hukum demokrasi. Oleh karena itu, dia meminta kepada semua pihak untuk tidak mengedepankan hal negatif dalam menghadapi perbedaan politik.
Baca Juga:
Pantun Penutup Pidato Bamsoet: Ganjar, Prabowo dan Anies Harus Lanjutkan Pembangunan
Istri dari Happy Hapsoro ini pun berharap, pertarungan politik serentak tahun depan bisa berjalan dengan lancar, demokratis, jujur, dan adil.
"Fondasi utama kita membangun negeri adalah persatuan rakyat. Tanpa persatuan rakyat, sulit kiranya bangsa Indonesia bisa mencapai kemajuan. Bangsa Indonesia hendaknya setia kepada sifat asalnya, yaitu bangsa yang berbeda-beda tetapi dipersatukan oleh Pancasila, ojo pedhot oyot," tutupnya. (Asp)
Baca Juga:
Jokowi Miris Budaya Santun Masyarakat Indonesia yang Mulai Hilang
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Berwasiat Agar Gibran dan Kaesang Jadi Pasangan Capres-Cawapres di Pemilu 2029
Istana Respons Usulan E-Voting Pilkada, Sebut Perlu Kajian Mendalam
Istana Bantah Isu Pemilihan Presiden Lewat MPR, Pastikan Tetap Dipilih Rakyat
Pidato Ketua DPR Puan Maharani dalam Rapat Paripurna DPR Perdana Tahun 2026
Heboh Kodifikasi Hukum Pemilu, Komisi II DPR Tegaskan Pilkada Lewat DPRD Konstitusional
ICW Tolak Kepala Daerah Dipilih DPRD, Rugikan Demokrasi dan Fasilitasi Politik Transaksional
[HOAKS atau FAKTA]: Ketua DPR Puan Maharani usul Pajak Dinaikan agar Uangnya Bisa Bantu Korban Bencana, Menkeu Purbaya Langsung Menolak
Junta Gelar Pemilu Pertama Sejak Kudeta Militer Pada 2021
[HOAKS atau FAKTA]: Menkeu Purbaya Kesal Rapat DPR Bahas Bencana Alam Sudah Habiskan Anggaran Rp 20 Miliar
[HOAKS atau FAKTA]: Ketua DPR Puan Minta Rakyat Patungan Beli Hutan untuk Cegah Bencana Alam Terjadi akibat Kerusakan Alam