Merahputih.com - Ninik Rahayu, Ketua Dewan Pers, terus mendorong media agar bisa meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pemilu Serentak 2024.
“Bukan mobilisasi, tetapi partisipasi agar masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya tanggal 14 Februari 2024 mendatang,” ungkap Ninik di Forum Merdeka Barat 9: Dewasa Berdemokrasi pada Pemilu 2024 di Media Center Kementerian Kominfo, Jakarta Pusat, Senin (29/01) seperti dikutip dari rilis pers Kominfo.
Untuk meningkatkan peran media dalam Pemilu, Dewan Pers telah melakukan berbagai langkah. Salah satunya menggelar workshop di 34 Provinsi di Indonesia.
Baca juga:
Wamenkominfo Minta Media Sajikan Liputan Pemilu yang Berkualitas agar Masyarakat Cerdas
Workshop bertujuan membuat media tetap menyajikan informasi yang benar dan sesuai kode etik jurnalistik. Dengan workshop tersebut, diharapkan jurnalis dapat lebih memahami tugas dan tanggung jawabnya sebagai pilar demokrasi.
"Selama hampir satu tahun ini, kami duduk bareng dengan kawan-kawan jurnalis, stakeholder, dan elemen partai politik di daerah-daerah untuk menyamakan persepsi pemberitaan terkait Pemilu 2024,” kata Ninik.
Dewan Pers juga telah mengeluarkan Surat Edaran yang mengimbau para jurnalis atau pegiat media yang mempunyai kepentingan di Pemilu 2024 agar nonaktif dari kerja-kerja media. Ini untuk menjaga profesionalitas dan netralitas media dalam memberikan informasi-informasi yang berimbang dan tidak memihak.
“Kalau ada wartawan atau penggiat pers menjadi timses paslon atau caleg agar dinonaktifkan terlebih dahulu.” kata Ninik.
Dewan Pers juga menggandeng berbagai pihak seperti Kominfo dan penyelenggara pemilu.
“Bekerja sama dengan berbagai pihak, karena Dewan Pers berupaya mendorong media agar profesional dan tidak berpihak,” ujar Ninik.
Ninik berharap media bisa memberikan edukasi lebih banyak mengenai calon anggota legislatif yang akan mewakili mereka baik yang di tingkat kabupaten, kota, provinsi maupun pusat.
“Publik perlu tahu calegnya, integritas mereka juga perlu publik tahu, kapasitas mereka publik juga perlu tahu,” ujarnya. (dru)
Baca juga: