MerahPutih.com - KCIC memastikan penumpang Kereta Cepat Whoosh tidak perlu panik apabila tertinggal jadwal.
Melalui kebijakan reschedule yang semakin fleksibel, tiket perjalanan tidak langsung hangus dan masih dapat diubah jadwalnya hingga 15 menit setelah waktu keberangkatan.
General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa menyebutkan, kebijakan ini menjadi bentuk peningkatan layanan kepada penumpang, khususnya bagi mereka yang tertinggal kereta akibat kondisi lalu lintas, cuaca, atau faktor lain di luar kendali.
“Dengan adanya fleksibilitas ini, penumpang tetap memiliki kesempatan melanjutkan perjalanan tanpa harus kehilangan tiket yang telah dibeli,” ujar Eva di Jakarta, Senin (9/2).
Baca juga:
Biawak hingga Layang-Layang Jadi Biang Kerok Kereta Cepat Jakarta-Bandung Gagal On Time
Reschedule tiket secara offline melalui loket stasiun dilayani hingga batas maksimal 15 menit setelah jadwal keberangkatan.
Batas waktu tersebut merupakan waktu terakhir loket melayani proses reschedule, sehingga penumpang diimbau untuk segera menuju loket dan mengantisipasi kemungkinan antrean agar proses perubahan jadwal dapat dilakukan tepat waktu dan tiket tidak hangus.
Sedangkan untuk perubahan jadwal di tanggal yang sama, penumpang tidak dikenakan potongan bea. Jika penumpang melakukan perubahan ke jadwal dengan tarif yang lebih mahal, maka hanya perlu membeli tiket baru dan bea tiket lama akan dikembalikan.
Sementara itu, apabila penumpang melakukan perubahan ke jadwal dengan tarif yang sama atau lebih murah, maka tidak dikenakan biaya tambahan. Namun, ketentuan tidak terdapat pengembalian selisih harga tiket apabila tarif lebih rendah.
Baca juga:
Whoosh Jadi Incaran Turis Asing, Hampir 300 Ribu WNA Malaysia Datang Cuma Buat Naik
Eva menambahkan, meski ada kebijakan tersebut, KCIC tetap mengimbau seluruh penumpang untuk datang lebih awal ke stasiun guna memastikan perjalanan berjalan lancar.
“Fleksibilitas reschedule ini merupakan bagian dari komitmen KCIC dalam menghadirkan layanan transportasi cepat yang nyaman, adaptif, dan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.” tutup Eva. (knu)