Kereta Cepat di Spanyol Tewaskan 21 Orang, Jumlah Korban Bisa Bertambah dengan 300 Orang Mengalami Luka Serius
Senin, 19 Januari 2026 -
MERAHPUTIH.COM — SEDIKITNYA 21 orang tewas dalam kecelakaan yang melibatkan kereta cepat di selatan Spanyol. Otoritas setempat memperingatkan jumlah korban tewas bisa bertambah sepanjang malam. Menteri Transportasi Spanyol Oscar Puente menyebut lebih dari 30 orang dirawat di rumah sakit dengan luka serius.
Kecelakaan kereta ini terjadi di dekat Kota Adamuz, tak jauh dari Cordoba. Operator jaringan rel Adif mengatakan sebuah kereta cepat yang melaju dari Malaga menuju Madrid anjlok dan masuk ke jalur lain. Kereta yang anjlok itu kemudian bertabrakan dengan kereta lain yang datang dari arah berlawanan, yang sedang dalam perjalanan dari Madrid ke Huelva. Layanan darurat Andalusia menyebutkan sedikitnya 73 orang mengalami luka-luka akibat tabrakan tersebut.
Menurut Adif, kecelakaan terjadi sekitar 10 menit setelah kereta berangkat dari Malaga pada Minggu (18/1) pukul 18.40 waktu setempat. Juru bicara perusahaan kereta Italia Ferrovie dello Stato, dikutip Reuters, mengatakan jenis kereta yang terlibat dalam kecelakaan itu yakni Freccia 1000, yang dapat melaju hingga kecepatan 400 km/jam.
Iryo, perusahaan kereta swasta yang mengoperasikan perjalanan dari Malaga, mengatakan sekitar 300 penumpang berada di dalam kereta yang pertama kali anjlok, sementara kereta lainnya—yang dioperasikan oleh Renfe—membawa sekitar 100 penumpang.
Wali Kota Adamuz, Rafael Moreno, termasuk orang pertama yang tiba di lokasi kejadian. Ia menggambarkan situasi tersebut seperti sebuah mimpi buruk. Dalam unggahan di X, Badan Darurat Andalusia mendesak para penyintas kecelakaan untuk mengunggah di media sosial bahwa mereka masih hidup.
Baca juga:
Respons Kecelakaan KA Bangunkarta, DPR Ingatkan KAI Target Zero Accident dari Prabowo
Petugas penyelamat mengatakan puing-puing kereta yang terpelintir menyulitkan proses evakuasi korban selamat dan jenazah. “Kami bahkan harus memindahkan jenazah untuk bisa menjangkau seseorang yang masih hidup. Ini pekerjaan yang berat dan rumit,” kata Kepala pemadam kebakaran Cordoba, Francisco Carmona, kepada penyiar publik Spanyol RTVE, dikutip BBC.
Puente menjelaskan insiden ini tampak sangat aneh karena kereta anjlok di lintasan lurus yang baru saja direnovasi pada Mei 2025. Meski begitu, penyebab resmi kecelakaan belum diketahui. Investigasi untuk menentukan penyebab kecelakaan diperkirakan akan berlangsung selama setidaknya sebulan.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengatakan negara itu akan melalui malam penuh duka yang mendalam setelah kecelakaan terjadi.
Seluruh layanan kereta antara Madrid dan Andalusia dihentikan setelah kecelakaan tersebut dan akan tetap ditutup pada Senin. Perusahaan menyatakan terminal akan tetap dibuka semalaman bagi penumpang yang terdampak.
Palang Merah Spanyol telah mengerahkan layanan dukungan darurat ke lokasi kejadian, sekaligus memberikan pendampingan psikologis bagi keluarga korban di sekitar area tersebut.
Sementara itu, Raja Spanyol Felipe VI dan Ratu Letizia mengatakan mereka mengikuti kabar bencana tersebut dengan keprihatinan besar.
“Kami menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga dan orang-orang terkasih dari para korban yang meninggal, serta cinta dan harapan kami
Pada 2013, Spanyol pernah mengalami kecelakaan kereta cepat terburuknya di Galicia, barat laut Spanyol, yang menewaskan 80 orang dan melukai 140 lainnya.(dwi)
Baca juga:
4 WNA Spanyol Belum Ditemukan, Pencarian Korban KM Putri Sakinah di Labuan Bajo Diperluas