Kecelakaan Penerjun, Tim SAR masih Cari Seorang Korban di Perairan Pangandaran
Atraksi Terjun Payung Meriahkan HUT ke-80 TNI di Lapangan Monas Jakarta
MERAHPUTIH.COM — PENCARIAN terhadap seorang penerjun yang jatuh saat kegiatan terjun payung di perairan Bojongsalawe, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, berlanjut, Rabu (31/12). Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian Permana mengatakan jajarannya saat ini melanjutkan pencarian seorang penerjun Widiasih, 58, warga Desa Kamasan, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, yang terjatuh di Perairan Bojongsalawe, Pangandaran, Selasa (30/12) siang.
"Operasi pencarian dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan membagi tim menjadi dua search and rescue unit (SRU)," katanya.
Ia menyebut korban yang sampai saat ini dinyatakan hilang di perairan Pangandaran itu terjatuh saat mengikuti kegiatan Kejuaraan Daerah (Kejurda) Terjun Payung di Perairan Laut Bojongsalawe. Tim SAR gabungan yang mendapatkan informasi itu, kata dia, langsung melakukan pencarian. Jajaran SRU 1 melakukan penyisiran ke tengah lautan menggunakan waverunner dan perahu.
"SRU 2 melakukan penyisiran di pantai di perbatasan Bojongsalawe dan Batukaras sejauh 3,25 km. Selain itu, kami juga melakukan pemantauan menggunakan drone thermal UAV di sekitar lokasi kejadian," katanya.
Kantor SAR Bandung menerima informasi adanya lima penerjun payung yang terjatuh saat pelaksanaan Kejuaraan Daerah Terjun Payung, Selasa (30/12), sekitar pukul 10.15 WIB. Penerjun diketahui lepas landas dari Bandara Nusawiru menggunakan pesawat latih Fly School Ganesha Cessna 185 PK-SRC. Namun, pada ketinggian sekitar 10.000 feet, terjadi perubahan arah angin yang cukup signifikan sehingga kelima penerjun kehilangan kendali dan arah pendaratan sehingga terjatuh.
Baca juga:
Prajurit Marinir Praka Zaenal Gugur saat Latihan Terjun Payung HUT TNI
Akibat peristiwa itu, satu orang meninggal dunia yakni Rusli kelahiran Medan, 7 Oktober 1961, dan satu lagi Widiasih yang saat ini masih dalam pencarian di perairan Pangandaran.
Tiga penerjun lainnya berhasil mendarat meski bukan di tempat yang ditentukan dengan kondisi selamat yakni Karni, 56, Mustofa, 56, dan Khuldori, 54.
Kepala Kepolisian Resor Pangandaran AKBP Andri Kurniawan mengatakan jajarannya bersama Basarnas, Satuan Polairud, TNI, tim kesehatan, dan instansi terkait sudah bergerak untuk melakukan penanganan dan pencarian korban. Ia menegaskan kegiatan terjun payung tersebut dihentikan sementara hingga waktu yang belum ditentukan. Diketahui, kegiatan Kejuaraan Daerah Provinsi Jawa Barat tersebut tidak diinformasikan sebelumnya kepada Polres Pangandaran.
Ia mengimbau seluruh pihak penyelenggara kegiatan olahraga ekstrem maupun wisata udara agar selalu berkoordinasi dengan aparat keamanan serta memperhatikan faktor keselamatan dan kondisi cuaca untuk mencegah kejadian serupa.(*)
Baca juga:
Bagikan
Berita Terkait
Kecelakaan Penerjun, Tim SAR masih Cari Seorang Korban di Perairan Pangandaran
Tragedi Berdarah Tol Krapyak: 16 Nyawa Melayang, DPR Semprot Kemenhub Agar Bus 'Zombie' Tak Gentayangan Saat Nataru
Kecelakaan Maut Bus Cahaya Trans Tewaskan 16 Orang, Sopir Hilang Kendari saat Ngebut di Tikungan Tol Krapyak
Horor Kecelakaan Bus Cahaya Trans di Tol Semarang Buat 16 Orang Meninggal, Kaca Berserakan Hingga Beton Jalan Bergeser
4 Orang Meninggal di Dalam Mobil Saat di Tol Tegal, Polisi Tunggu Hasil Forensik
22 Korban Terluka, Sopir Pengantar MBG Ditetapkan sebagai Tersangka oleh Polisi
Pascainsiden Mobil SPPG, SDN 01 Kalibaru Terapkan PJJ untuk Sementara
Pemprov DKI Diminta Terapkan Aturan Mobil Masuk Sekolah Buntut Mobil MBG Seruduk Siswa SDN Kalibaru 01
Mobil SPPG Tabrak Siswa dan Guru di SDN Kalibaru Jakarta Utara, Wagub Rano: Korban Patah Kaki Segera Dioperasi
Olah TKP Mobil MBG 'Seruduk' Siswa SDN Kalibaru 01 Libatkan Dua Direktorat Sekaligus, Apa Tujuannya?