Kementerian ESDM: Guguran Aktif Gunung Merapi Normal Terjadi

Selasa, 10 November 2020 - Zulfikar Sy

MerahPutih.com - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Kementerian ESDM menyebutkan aktivitas kegempaan Gunung Merapi yang meningkat beberapa hari terakhir hingga menimbulkan guguran aktif masih wajar terjadi.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpicu peredaran berita dan laporan yang tidak bertanggung jawab.

Seperti terjadi pada Minggu (8/11/2020) siang, terjadi guguran di lereng Gunung Merapi sisi barat.

Baca Juga:

Rapid Test Digelar di Barak Pengungsi Merapi

Laporan BPPTKG, dikutip dari laman Kementerian ESDM di Jakarta, Senin (9/11), menyebutkan guguran tersebut terjadi sekitar pukul 12.50 WIB, yang secara visual tampak dari PGA Babadan Dukun Magelang, Jawa Tengah.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida menyebut guguran Minggu itu memang mengarah ke barat yakni hulu Kali Sat.

Sejumlah pengendara melintasi Jalan Boyolali-Magelang dengan latar belakang Gunung Merapi di Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (8/11/2020). ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/foc. (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)
Sejumlah pengendara melintasi Jalan Boyolali-Magelang dengan latar belakang Gunung Merapi di Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (8/11/2020). ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/foc. (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)

Guguran terpantau sejauh tiga kilometer dari puncak dan menurut Hanik biasa terjadi dalam situasi Merapi yang sedang beraktivitas.

"Guguran tadi tidak disertai dengan kejadian awan panas. Untuk potensi bahaya saat ini masih sesuai rekomendasi, sejauh maksimal lima km dari puncak Merapi. Masyarakat diimbau untuk menjauhi radius tersebut," papar Hanik, dikutip Antara.

Baca Juga:

Gunung Merapi Status Siaga, 961 Warga Jateng Diungsikan

Gunung Merapi ditetapkan berstatus Siaga (Level 3) sejak 5 November 2020.

Pada periode pengamatan pada 8 November hingga pukul 24.00 WIB terpantau 71 gempa guguran, 31 kali gempa vulkanik dangkal, 2 kali gempa frekuensi rendah, 1 kali tektonik, dan 88 kali gempa hembusan. (*)

Baca Juga:

Merapi Siaga, Obyek Wisata Kaliurang Ditutup Sementara

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan