Kementerian ESDM Bantah Soal Kelangkaan Gas Elpiji

Sabtu, 09 Desember 2017 - Noer Ardiansjah

MerahPutih.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membantah isu yang menyebutkan bahwa stok gas elpiji 3 kilogram mengalami kelangkaan.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan, kalaupun terjadi kelangkaan di beberapa tempat, hal tersebut bersifat sementara yang antara lain disebabkan faktor cuaca buruk yang menghambat pengiriman LPG.

Ia mengatakan, Kementerian ESDM telah melakukan koordinasi dengan PT Pertamina, terkait banyaknya laporan kekurangan pasokan elpiji 3 kg.

"Dari hasil review kami hari ini, memang ada kekurangan pasokan di beberapa daerah. Tapi tidak di semua daerah. Secara garis besar, stok LPG aman rata-rata sekitar 19-20 hari," kata Arcandra seperti yang dikutip dari Antara di Jakarta, Jumat (8/12).

Kekurangan pasokan elpiji yang terjadi di beberapa daerah seperti Gorontalo, antara lain disebabkan oleh cuaca ekstrem. Pengiriman pasokan yang melalui laut, menjadi penghambat. Namun, kata Arcandra, itu hanya bersifat sementara.

"Salah satu penyebabnya yang kita ketahui dari Gorontalo misalnya, karena adanya cuaca yang agak ekstrem beberapa hari belakangan. Maka, ada kendala dalam hal distribusi, sehingga kekurangan pasokan. Sementara ini sudah berhasil kita atasi," katanya.

Selain itu, pemerintah bersama Pertamina terus mengupayakan memenuhi kebutuhan LPG untuk masyarakat Indonesia. Apabila terjadi kelangkaan, masyarakat diminta dapat melaporkannya ke call center Pertamina.

"Apabila masih ada kekurangan pasokan, ke depannya kita berharap dari Kementerian ESDM juga Pertamina yang terjun langsung melakukan operasi pasar. Silakan kontak Pertamina secara langsung dengan nomor 1500000," ucap Arcandra.

Sementara itu, terkait peningkatan kebutuhan untuk elpiji 3 kg di bulan Desember seperti Natal dan Tahun baru, Kementerian ESDM dan Pertamina telah melakukan antisipasi serta melakukan pengecekan di lapangan.

"Untuk antisipasi kelancaran distribusi, kami di lapangan selalu melakukan check on the spot sampling. Apalagi kalau ada indikasi di situ kekurangan pasokan. Biasanya kami cek, apa ini karena ada unsur spekulan atau konsumsi yang tiba-tiba meningkat," katanya. (*)

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan