Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Kemensos Tambah Bantuan ke NTT, Dikirim Lewat Jalur Laut

Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 18 Agustus 2026

MerahPutih.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sampai dengan Senin (17/8) ada sebanyak 68 korban meninggal dunia. Di mana, lebih dari 5.000 orang mengungsi baik secara mandiri maupun menempati posko pengungsian umumnya karena rumah mereka rusak ringan hingga berat akibat guncangan gempa M7,7.

Hasil pendataan tim petugas gabungan di lapangan mencatat sedikitnya ada 914 rumah mengalami rusak berat, 126 rusak sedang, dan 317 rusak ringan, akibat getaran gempa tersebut. Adapun kerusakan parah juga menimpa puluhan fasilitas publik, antara lain 93 fasilitas pendidikan, 36 fasilitas kesehatan, serta 38 kantor pemerintah.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sejumlah destinasi wisata unggulan Pulau Flores di Nusa Tenggara Timur (NTT) ditutup untuk sementara demi memastikan keselamatan wisatawan pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang kawasan tersebut.

Kementerian Sosial (Kemensos) menambah bantuan logistik bagi masyarakat terdampak gempa Flores, dengan pengiriman menggunakan jalur laut.

Baca juga:

Ribuan Gempa Susulan Landa NTT, BMKG Prediksi Baru Stabil 3 Pekan Lagi

Bantuan logistik di gudang Sentra Efata Kupang, diberangkatkan dari pelabuhan Bolok Kupang menggunakan KMP Ile Laba Lekan, menuju pelabuhan Ende.

"Kapal yang membawa bantuan, sudah berlayar dengan membawa bantuan logistik bagi masyarakat yang terdampak bencana. Proses loading bantuan ke dalam truk juga sudah selesai," kata Wamensos Agus Jabo Priyono, dalam keterangannya, Senin (17/8).

Jabo merincikan bantuan yang dibawa, terdiri dari 824 makanan anak, 600 family kit , 600 kids ware, 513 kasur, 600 selimut, 500 tenda gulung, 101 velbed, 150 Sandang Dewasa, 10 tenda keluarga dan 2 tenda serba guna, dengan nilai bantuan mencapai Rp 1,232,260,498.

“Bantuan akan diberikan untuk Kabupaten Ende, Nagekeo, Sikka, dan Manggarai,” jelas Agus Jabo.

Selain itu, kapal juga membawa bantuan dari BNPB, Dinas Sosial Prov. NTT, ASDP, dan terdapat personel dari Polri. Adapun KMP Ile Laba Lekan tiba pada Senin pukul 9 pagi waktu setempat.

"Penanganan bencana ini tidak lepas dari koordinasi dengan BNPB, Pemerintah Daerah, Tagana dan pihak terkait," katanya. (*)

Baca Artikel Asli