Kemendag Klaim Harga MinyaKita Berangsur Turun, Tapi Masih di Atas HET
Selasa, 27 Januari 2026 -
MerahPutih.com - Harga rata-rata nasional minyak goreng curah saat ini, atau per Selasa (27/1), berada di angka rata-rata Rp 17.106 per liter, sedangkan minyak goreng kemasan Rp 20.603 per liter dan MinyaKita Rp 17.165 per liter. Padahal HET yang ditetapkan Rp 15.700 per liter.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan bahwa kebijakan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 43 Tahun 2025 tentang Minyak Goreng Sawit Kemasan dan Tata Kelola Minyak Goreng Rakyat (Minyakita) mulai menunjukkan dampak positif terhadap stabilisasi harga Minyakita di pasaran.
Direktur Bina Pasar Dalam Negeri Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Nawandaru Dwi Putra mengatakan aturan baru tersebut mewajibkan BUMN Pangan, yakni Perum Bulog dan ID Food untuk menyerap 35 persen pasokan domestic market obligation (DMO) untuk disalurkan langsung kepada pedagang eceran.
Ia mengklaim, secara rata-rata nasional, tadi di 150 kabupaten/kota IPH (Indeks Perkembangan Harga) yang kami pantau, sudah ada sedikit penurunan pergerakan. Penurunan sekitar Rp 100-200 per liter," kata Nawandaru.
Baca juga:
Harga Minyakita Kerap Di Atas HET, DPR Minta Pengawasan Ketat Usai Terbitnya Permendag
Selain itu, sekitar 20 provinsi tercatat mengalami tren penurunan harga Minyakita secara serempak dalam beberapa pekan terakhir. Beberapa wilayah yang menunjukkan penurunan relatif signifikan antara lain Sumatera Utara, Lampung, dan Kalimantan Timur.
Selanjutnya, seluruh wilayah Sulawesi juga tercatat berada dalam kondisi stabil atau hijau.
"Ini mungkin karena memang distribusi DMO melalui BUMN sudah mulai mengalir," jelasnya.
Kemendag menekankan, distribusi Minyakita masih harus diperkuat, terutama pada wilayah-wilayah yang mengalami kesulitan pasokan.
Kemendag meminta Bulog dan IDFOOD untuk menyalurkan Minyakita dengan mengutamakan pada pasar-pasar pemantauan dan Rumah Pangan Kita.
"Terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idul Fitri," katanya. (*)