Kementerian Perdagangan (Kemendag) menggelar Pasar Murah Ramadan yang menyasar sekitar 300 pondok pesantren di seluruh wilayah nusantara. Dalam kegiatan itu, Kemendag menggandeng 40 perusahaan di tanah air
Staf Khusus Menteri Perdagangan Bidang Hubungan Antarlembaga dan Peningkatan Sarana Perdagangan Kemendag Eva Yuliana mengatakan, kegiatan Pasar Murah Ramadan dimulai sejak 1 Ramadan hingga H-3 Lebaran.
"Tujuan pasar murah Ramadhan ini, selain menstabilkan harga bahan pangan pokok dan pemantauan harga di pasar-pasar tardisional setempat, juga untuk beramal karena pasar murah ini tidak gratis,melainkan harus ditebus, meski harganya jauh di bawah harga pasar," kata Eva Yuliana di sela gelar Pasar Murah Ramadan di Ponpes Munawwariyah, Bululawang Kabupaten Malang, Selasa (13/6).
Komoditas yang dijual di pasar murah yang bekerja sama dengan Mayora itu adalah paket sembako yang terdiri dari minyak goreng, tepung terigu, gula, wafer, biskuit, dan beras seharga Rp100.000 per paket, namun dijual kepada warga seharga Rp50.000 per paket dengan persediaan 500 paket.
Ia mengakui sebenarnya yang dijual di pasar murah tersebut adalah bahan pangan pokok, seperti beras, minyak goreng, tepung terigu dan gula pasir, namun beberapa korporasi menambahkan produk yang mereka buat, seperti Mayora dengan produk makanan ringan.
Eva mengatakan, hasil dari penjualan paket sembako tersebut selanjutnya diserahkan kepada pesantren sebagai bentuk amal dari perusahaan peserta program Pasar Murah Ramadan maupun warga yang membeli.
Sumber: ANTARA