MerahPutih.com - Banyak korban berjatuhan atas insiden kecelakaan kereta api antara kereta rel listrik (KRL) PLB 5568A (CL KPB–CKR) dengan kereta jarak jauh Argo Bromo PLB 4B relasi Gambir–Surabaya, Pasar Turi, pada Senin (27/4) malam.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) melaporkan korban meninggal atas kecelakaan ini berjumlah 14 orang. Dari total korban jiwa, empat orang di antaranya merupakan warga Jakarta.
Hal iti dikatakan oleh Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, saat melakukan takziah ke rumah salah satu korban meninggal dunia di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (28/4).
"Nah, artinya ini menjadi juga bagian tanggung jawab karena berdasarkan informasi dari 14 korban, empat orang itu warga Jakarta. Walaupun yang satu ada guru dia tinggal di Cikarang, saya enggak sempat datang ke rumah beliau tapi Kepala Dinas sedang menuju ke sana," ujar Rano.
Baca juga:
Ia mengaku, ikut memantau informasi kecelakaan kereta yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam. Ia juga telah memerintahkan sejumlah jajarannya untuk membantu proses evakuasi di lokasi kejadian.
"Semalam saya melihat di televisi kejadian di Bekasi dan langsung malam itu saya perintahkan untuk Jakarta membantu Bekasi. Insyaallah turun BPBD kita turun ke Bekasi, kemudian PMI kita juga turun ke Bekasi, bahkan juga sebagian teman-teman dari Damkar juga turun ke Bekasi," ucapnya.
Ia menambahkan, Pemprov DKI juga akan memberikan santunan kepada keluarga korban kecelakaan kereta. Menurut dia, Baznas Provinsi DKI Jakarta juga telah memberikan santunan kepada para korban.
Baca juga:
Panduan Lengkap Refund Tiket Kereta Api: Syarat, Cara, dan Ketentuannya
Tak hanya santunan, Rano menyebutkan, Pemprov DKI Jakarta juga akan membantu penanganan hingga proses pemakaman.
"Iya, semua Insya Allah di sini ada Dinas Pemakaman (Dinas Pertamanan dan Hutan Kota), semua sudah dibantu," pungkasnya. (Asp)