Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Kasus Pasien COVID-19 Bergejala Berat di Surabaya Menurun

Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 12 Agustus 2021

MerahPutih.com - Bed Occupancy Rate (BOR) RS Rujukan di Jawa Timur, menurun 50 sampai 60 persen dibanding awal masuknya COVID-19 varian Delta B.1.617.2.

Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Jawa Timur Dr Dodo Anondo bahwa sebelumnya mencapai 100 persen selama beberapa minggu.

Baca Juga:

311 Ribu Warga Jakarta Belum Divaksin COVID-19

"Untuk hari ini BOR RIK (ruang isolasi khusus) Covid-19 turun tajam, rata-rata 50-60 persen. Surabaya juga sudah bagus, 60-65 persen. Secara keseluruhan di Jatim maupun Surabaya sudah menurun," tuturnya saat dikonfirmasi, Rabu (11/08/2021).

Ia menambahkan, sementara untuk BOR ruang ICU masih tinggi, ada di kisaran 80 persen. Kendati masih tinggi, angka tersebut dinilai jauh lebih baik sebab angkanya menurun. Kesimpulannya, kasus pasien bergejala berat juga menurun.

Faktor penurunan tersebut terjadi lantaran dampak dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang mampu menekan mobilitas masyarakat.

Perawatan Pasien COVID-19
Perawatan pasien COVID-19. (Foto: Antara)

Selain itu menurutnya, juga ditopang bantuan dari pemerintah maupun pihak lain kepada rumah sakit. Seperti oksigen yang sempat langka sebab habis dipakai, alat pelindung diri, dan masih banyak lainnya. Berikut ditambahnya jumlah RS Lapangan.

"Kemungkinan masyarakat sudah sadar betul. Kesadaran masyarakat mau pakai masker dan protokol kesehatan, dan yang jelas kita harus fair terhadap PPKM ini mampu berkontribusi positif terhadap penurunan ini. Kita sangat berterima kasih kepada pemerintah, karena memang solusinya bagus sekali," tuturnya. (Andika Eldon/ Jawa Timur)

Baca Juga:

Satgas COVID-19: Wanita Hamil dan Ibu Menyusui Bisa Divaksin

Baca Artikel Asli