MerahPutih.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta menyebut kasus COVID-19 di Jakarta mengalami perkembangan baik. Saat ini, kasus warga terkonfirmasi virus corona menukik.
"Kasus sekarang memang mengalami penurunan," kata Kepala Dinkes DKI Widyastuti di Jakarta, Rabu (21/4).
Tapi, anak buah Anies ini meminta masyarakat untuk selalu waspada dengan tidak abai dalam menjalankan protokol kesehatan. Dikarenakan penyakit mematikan itu masih terus mengintai.
Baca Juga:
Jokowi: Mudik Tidak Dilarang Lonjakan COVID-19 Bisa 140 Ribu Kasus Per Hari
Widyastuti menyampaikan, dua minggu lalu kasus COVID-19 harian di ibu kota melonjak. Hal ini disinyalir adanya libur panjang atau weekend yang membuat warga keluar rumah dan liburan ke luar kota.
"Ada peningkatan meskipun masih jauh dibandingkan dengan bulan bulan yang lalu," papar dia.
Di samping itu, Widyastuti mengingatkan, kepada warga yang sudah disuntik vaksin COVID-19 untuk tetap menaati prokes guna menekan penyebaran kasus corona.
"Meskipun sudah divaksin, tetap menjaga prokes," ungkap Widyastuti.
Ditambah Gubernur Anies Baswedan, kemenangan ibu kota melawan pandemi COVID-19 sudah di depan mata. Kasus corona harian terus alami penurunan.
"Namun, saya ingatkan, kita belum menang sekarang, jadi mari ambil tanggung jawab untuk bersama mewujudkan kemenangan tersebut dengan disiplin 3M," ujar Anies.
Untuk meminimalisir kasus menyebar luas, Anies pun kembali memperpanjang masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro selama dua pekan dari 20 Aprul hingga tanggal 3 Mei 2021.
Baca Juga:
Bisakah Kamu Menyebarkan COVID-19 Setelah Mendapatkan Vaksin?
Sejauh ini, jumlah kasus konfirmasi secara total di Jakarta sebanyak 400.508 kasus. Total pasien yang dinyatakan telah sembuh sebanyak 387.507 dengan tingkat kesembuhan 96,8 persen.
Kemudian pasien COVID-19 yang meninggal dunia mencapai 6.569 orang dengan tingkat kematian 1,6 persen.
Positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 9,2 persen, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 11 persen. (Asp)
Baca Juga:
Pemerintah Targetkan Vaksinasi COVID-19 kepada 60 Ribu Pekerja Seni