Kasus Anak Bunuh Diri di Ngada, Gubernur NTT: Kami Gagal Urus Kemiskinan
Kamis, 05 Februari 2026 -
MerahPutih.com - Kasus anak bunuh diri di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tak mampu bersekolah, rupanya membuat Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, merasa panik.
Melki sempat mengaku bisa 'mati' jika kejadian anak yang bunuh diri di Ngada diketahui Presiden RI, Prabowo Subianto, saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 Senin, (2/2) lalu.
Sebab, politisi Golkar itu mengungkap bahwa Prabowo selalu marah dengan kondisi kemiskinan yang hingga membuat orang meninggal dunia.
Baca juga:
Bocah SD NTT Bunuh Diri, Mensesneg Prasetyo Hadi 'Warning' Aparat Desa
"Pak Prabowo marah model-model begini ini," ucap Melki saat memberikan sambutan pada acara peresmian Fakultas Kedokteran Universitas Citra Bangsa Kupang dikutip Kamis (5/2).
Melki merasa lebih baik kejadian itu baru diketahui viral usai Rakornas bersama Prabowo.
"Syukur kejadian ini, Pak Wali, Bapak-Ibu, kita-kita menghadiri di Jakarta ini, syukur ini diketahui publik setelah kita rakornas. Bayangkan itu waktu kejadian, Pak Prabowo tahu pasti mati kita dicincang waktu kemarin itu," tuturnya.
Baca juga:
Siswa SD Tak Mampu Beli Buku Bunuh Diri, Ketua DPR: Biaya Pendidikan Bukan Cuma Sekolah Gratis
Ia juga mengaku gagal hingga insiden ini terjadi.
"Berarti pranata sosial kita berarti gagal urus model begini. Pemerintahan kita juga gagal, provinsi sama, kabupaten Ngada juga sama. Kita punya pranata agama juga gagal. Pranata budaya juga gagal, sampai ada orang mati karena miskin begini," jelas Melkiades. (knu)