MerahPutih.Com - Sepak terjang Kepolisian Republik Indonesia melalui Densus 88 dalam memerangi terorisme mendapat apresiasi dari lembaga dunia, Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB).
Kapolri Jenderal Tito Karnavian diundang berbicara perihal penanangan teroris di markas PBB. Jenderal Tito Karvanian memberikan pandangannya dalam diskusi panel PBB di New York, Amerika Serikat.
"Al Qaeda sebagai gelombang pertama munculnya jaringan teroris di dunia," kata Jenderal Polisi Tito Karnavian melalui keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (1/11).
Pada acara diskusi panel yang dihadiri 52 perwakilan negara, Tito memaparkan pembicaraan bertemakan "Strategy and Counter Strategy on Global Terrorist Networks".
Kapolri Tito Karnavian sebagaimana dilansir Antara mengungkapkan gelombang kedua jaringan teroris yang muncul yakni ISIS pada 2014 yang menjadi ancaman baru bagi keamanan dunia.
Tito menyampaikan konsep strategi pendekatan yang "soft" penting untuk menghadapi jaringan teroris tersebut.
Menurut Jenderal Tito, hal itu dibuktikan pendekatan yang halus menurunkan kualitas dan serangan teror di Indonesia.
"Teroris global tidak mungkin diselesaikan hanya dengan senjata," ujar jenderal polisi bintang empat itu.
Jenderal Polisi Tito Karnavian menjelaskan lima langkah pendekatan halus menghadapi teroris yakni kontra radikalisasi, deradikalisasi, kontra ideologi, menetralisir saluran dan menetralisir situasi yang mendukung penyebaran paham radikal.
Tito mengamanatkan PBB perlu menjaga perdamaian dunia terutama di negara berbasis Islam dan memprioritaskan konflik terkait warga muslim.
Pada kesempatan itu, Kapolri juga sempat berbicara dengan USG Departement Field Support Atul Khare mengenai kelanjutan pengiriman pasukan Polri untuk misi perdamaian dunia.
Jenderal Tito Karnavian juga bertemu dengan USG UNOCT Vladimir Voronkov guna berbagi informasi tentang penanganan terorisme global sehingga Kapolri ditawarkan menjadi pembicara pada pertemuan seluruh anggota PBB di New York pada Juni 2018.(*)