MerahPutih.com - Aktivitas Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali meningkat setelah erupsi terjadi pada Senin (31/8).
Gunung api tersebut kini berada pada status Level III atau Siaga. Pada Selasa (1/9) pagi hingga siang, aktivitas vulkanik Sinabung masih terpantau.
Berdasarkan pemantauan pukul 06.00–12.00 WIB, asap kawah berwarna putih hingga kelabu teramati dengan ketinggian sekitar 50 hingga 600 meter. Abu vulkanik bergerak ke arah timur-tenggara.
Aktivitas kegempaan juga masih berlangsung. Tercatat sembilan kali gempa embusan, enam kali gempa vulkanik dalam, serta tremor menerus dengan amplitudo dominan 2 milimeter.
Baca juga:
Akhirnya Status Gunung Sinabung Naik ke Level III Siaga, Zona Bahaya Diperluas
Radius Bahaya Gunung Sinabung Capai 6 Km
Melihat kondisi tersebut, masyarakat diminta tidak mendekati kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona berbahaya.
Radius bahaya ditetapkan hingga 6 km dari pusat aktivitas Gunung Sinabung. Sementara itu, kawasan dalam radius sekitar 3 kilometer memiliki risiko tinggi terkena lontaran material vulkanik.
Desa Payung dan Desa Kuta Tengah menjadi wilayah yang mendapat perhatian karena berpotensi terdampak awan panas. Kawasan Lau Kawar dan kebun anggur juga ditutup sementara untuk mencegah warga berada di area berisiko.
Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, meminta masyarakat tidak panik, tetapi tetap mengikuti perkembangan aktivitas gunung melalui informasi resmi.
Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama.
kata Trunoyudo, Selasa (1/9)
Polda Sumut Siagakan 176 Personel
Sedangkan di tengah status Siaga tersebut, Polda Sumatera Utara menyiagakan 176 personel untuk mendukung pengamanan dan pelayanan masyarakat.
Mereka terdiri dari 92 personel Brimob, 80 personel Samapta, serta empat personel tim kesehatan.
Ratusan personel tersebut disiapkan untuk membantu pengamanan wilayah rawan, pengaturan mobilitas warga, evakuasi, hingga pelayanan kesehatan apabila kondisi kembali memburuk.
Penanganan juga melibatkan sekitar 550 personel gabungan yang terdiri dari 500 personel TNI dan 50 personel Pemerintah Kabupaten Karo.
Baca juga:
Gunung Sinabung Erupsi Lontarkan Abu Vulkanis Setinggi 3.500 Meter, Warga Diminta Menjauh
Sejumlah Langkah Antisipasi Dilakukan
Sejumlah langkah antisipasi telah dilakukan di wilayah terdampak. Pemerintah dan petugas membagikan sekitar 15 ribu masker, melakukan penyiraman di kawasan yang terkena abu vulkanik, menyiapkan layanan kesehatan dan dapur lapangan, serta memastikan ketersediaan logistik dan kendaraan evakuasi.
Sekolah di sejumlah wilayah terdampak juga diliburkan selama dua hari. Posko Terpadu Penanggulangan Bencana ditempatkan di Kantor Koramil 04/Simpang Empat untuk memantau perkembangan situasi dan mengoordinasikan penanganan di lapangan.
Masyarakat diminta menjadikan informasi PVMBG, pemerintah daerah, BPBD, dan petugas di lapangan sebagai rujukan.
Baca juga:
Kota Berastagi Diselimuti Hujan Abu Vulkanik Gunung Sinabung
Warga juga diminta tidak memasuki kawasan yang telah ditutup, termasuk sekadar untuk menyaksikan aktivitas gunung atau mengambil gambar.
Sampai Selasa (1/9), belum terdapat laporan korban jiwa akibat erupsi Gunung Sinabung.
Namun, aktivitas gunung api dapat berubah sewaktu-waktu. Warga di kawasan terdampak diminta tetap waspada, menggunakan masker ketika berada di luar rumah, serta segera mengikuti arahan evakuasi apabila kondisi mengharuskan. (knu)