Merahputih.com - Buat kamu yang berencana wisata Gunung Anak Krakatau dalam waktu dekat, pastikan selalu mematuhi batas zona aman Anak Krakatau demi keselamatan bersama.
Tim gabungan saat ini tengah memperketat pengawasan sekaligus membagikan masker gratis kepada para pelancong di sekitar kawasan perairan Lampung Selatan.
Langkah antisipasi ini wajib dipahami agar momen liburanmu tetap asyik tanpa melanggar aturan radius bahaya yang sudah ditetapkan.
Baca juga:
Pagi Ini Anak Krakatau Erupsi 09.41 WIB, Nelayan Dilarang Masuk Radius 3 KM
Aktivitas liburan ke Lampung, khususnya untuk wisata perairan Lampung di sekitar Krakatau, memang selalu jadi magnet, tapi ingat bahwa kepatuhan pada aturan wisata Krakatau adalah harga mati.
Kolaborasi apik antara Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Sat Polair Polres Lampung Selatan, dan Dit Polair Polda Lampung kini turun tangan langsung ke lapangan untuk mengedukasi wisatawan, terutama rombongan dari Jakarta yang bersiap menyeberang.
Edukasi Keselamatan di Dermaga Canti
Personel Sat Polair Polres Lampung Selatan, Aiptu Welly F, menjelaskan bahwa setelah menyisir area perairan Gunung Anak Krakatau pada Minggu lalu di Kalianda, tim langsung merapat ke titik kumpul para turis.
Usai patroli, tim melanjutkan kegiatan pelayanan dan edukasi kepada wisatawan di Dermaga Canti. Selain membagikan masker, kami juga memberikan edukasi terkait keselamatan serta batas zona aman yang harus dipatuhi wisatawan selama berada di kawasan perairan sekitar Gunung Anak Krakatau,
ujar Aiptu Welly.
Pesan utamanya sangat jelas, nikmati pemandangan alamnya, tapi jangan sampai nekat mendekat dan melewati batas yang sudah dipatok oleh petugas.
Wisatawan kami imbau untuk selalu memperhatikan keselamatan, tidak memasuki zona yang dilarang, dan mematuhi batas aman yang telah ditentukan. Ikuti juga arahan petugas selama berada di kawasan perairan,
tambahnya.
Radius 3 Kilometer yang Pantang Diterobos
Kepatuhan terhadap batas aman ini bukan sekadar formalitas. Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) yang masih dinamis membuatnya harus selalu diawasi.
Mengutamakan keselamatan nyawa jelas jauh lebih penting daripada sekadar berburu foto dari jarak dekat.
Sebagai langkah pencegahan ekstra, tim gabungan tidak hanya cuap-cuap memberikan imbauan langsung. Mereka juga memasang sejumlah banner peringatan berukuran besar.
Spanduk ini berisi larangan keras untuk beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat kawah Anak Krakatau.
Pemasangan papan informasi ini diharapkan bisa mendongkrak kewaspadaan wisatawan sekaligus jadi alarm pengingat supaya tidak ada yang melanggar rambu keselamatan.
Kolaborasi Jaga Keselamatan Wisata
Tentu saja, pihak kepolisian dan BKSDA tidak bisa bekerja sendirian. Petugas juga merangkul berbagai elemen penting di lapangan, seperti:
-
Pengelola tempat wisata
-
Nakhoda kapal penyeberangan
-
Masyarakat lokal sekitar pesisir
Ketiga pihak ini diajak berkolaborasi untuk memastikan tidak ada kapal turis yang "nyelonong" masuk ke zona terlarang.
Mereka juga diminta sigap mengikuti instruksi aparat jika sewaktu-waktu terjadi perubahan kondisi alam yang mendadak di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau.