Mau Liburan ke Lampung? Pahami Dulu Aturan Zona Aman Wisata Gunung Anak Krakatau Terbaru

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Senin, 31 Agustus 2026
Mau Liburan ke Lampung? Pahami Dulu Aturan Zona Aman Wisata Gunung Anak Krakatau Terbaru

Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan. ANTARA/Riadi Gunawan

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Buat kamu yang berencana wisata Gunung Anak Krakatau dalam waktu dekat, pastikan selalu mematuhi batas zona aman Anak Krakatau demi keselamatan bersama.

Tim gabungan saat ini tengah memperketat pengawasan sekaligus membagikan masker gratis kepada para pelancong di sekitar kawasan perairan Lampung Selatan.

Langkah antisipasi ini wajib dipahami agar momen liburanmu tetap asyik tanpa melanggar aturan radius bahaya yang sudah ditetapkan.

Baca juga:

Pagi Ini Anak Krakatau Erupsi 09.41 WIB, Nelayan Dilarang Masuk Radius 3 KM

Aktivitas liburan ke Lampung, khususnya untuk wisata perairan Lampung di sekitar Krakatau, memang selalu jadi magnet, tapi ingat bahwa kepatuhan pada aturan wisata Krakatau adalah harga mati.

Kolaborasi apik antara Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Sat Polair Polres Lampung Selatan, dan Dit Polair Polda Lampung kini turun tangan langsung ke lapangan untuk mengedukasi wisatawan, terutama rombongan dari Jakarta yang bersiap menyeberang.

Edukasi Keselamatan di Dermaga Canti

Personel Sat Polair Polres Lampung Selatan, Aiptu Welly F, menjelaskan bahwa setelah menyisir area perairan Gunung Anak Krakatau pada Minggu lalu di Kalianda, tim langsung merapat ke titik kumpul para turis.

Usai patroli, tim melanjutkan kegiatan pelayanan dan edukasi kepada wisatawan di Dermaga Canti. Selain membagikan masker, kami juga memberikan edukasi terkait keselamatan serta batas zona aman yang harus dipatuhi wisatawan selama berada di kawasan perairan sekitar Gunung Anak Krakatau,

ujar Aiptu Welly.

Pesan utamanya sangat jelas, nikmati pemandangan alamnya, tapi jangan sampai nekat mendekat dan melewati batas yang sudah dipatok oleh petugas.

Wisatawan kami imbau untuk selalu memperhatikan keselamatan, tidak memasuki zona yang dilarang, dan mematuhi batas aman yang telah ditentukan. Ikuti juga arahan petugas selama berada di kawasan perairan,

tambahnya.

Radius 3 Kilometer yang Pantang Diterobos

Kepatuhan terhadap batas aman ini bukan sekadar formalitas. Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) yang masih dinamis membuatnya harus selalu diawasi.

Mengutamakan keselamatan nyawa jelas jauh lebih penting daripada sekadar berburu foto dari jarak dekat.

Sebagai langkah pencegahan ekstra, tim gabungan tidak hanya cuap-cuap memberikan imbauan langsung. Mereka juga memasang sejumlah banner peringatan berukuran besar.

Spanduk ini berisi larangan keras untuk beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat kawah Anak Krakatau.

Pemasangan papan informasi ini diharapkan bisa mendongkrak kewaspadaan wisatawan sekaligus jadi alarm pengingat supaya tidak ada yang melanggar rambu keselamatan.

Kolaborasi Jaga Keselamatan Wisata

Tentu saja, pihak kepolisian dan BKSDA tidak bisa bekerja sendirian. Petugas juga merangkul berbagai elemen penting di lapangan, seperti:

  • Pengelola tempat wisata

  • Nakhoda kapal penyeberangan

  • Masyarakat lokal sekitar pesisir

Ketiga pihak ini diajak berkolaborasi untuk memastikan tidak ada kapal turis yang "nyelonong" masuk ke zona terlarang.

Mereka juga diminta sigap mengikuti instruksi aparat jika sewaktu-waktu terjadi perubahan kondisi alam yang mendadak di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau.

#Gunung Anak Krakatau #Erupsi #Tips Liburan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Malam Ini Gunung Semeru Erupsi, Tinggi Letusan Hingga 1 kilometer
Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang itu erupsi lagi pada pukul 20:08 WIB dengan tinggi letusan semakin tinggi dibandingkan
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Oktober 2026
Malam Ini Gunung Semeru Erupsi, Tinggi Letusan Hingga 1 kilometer
Indonesia
Gunung Anak Krakatau Aktif Pekan Lalu, Terjadi 26 Letusan dalam Sehari! Simak Peringatan PVMBG
Gunung Anak Krakatau erupsi 31 kali pada 5-9 Oktober 2026, dengan 26 letusan dalam sehari. Status masih Siaga, radius 5 km wajib dihindari.
Frengky Aruan - Senin, 12 Oktober 2026
Gunung Anak Krakatau Aktif Pekan Lalu, Terjadi 26 Letusan dalam Sehari! Simak Peringatan PVMBG
Indonesia
Jumat Malam Anak Krakatau Erupsi Beruntun Lagi, Jedanya Cuma 6 Menit
Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mengalami erupsi beruntun dua kali pada Jumat malam (9/10) dengan jeda hanya 6 menit. Radius 2 km disterilkan!
Wisnu Cipto - Jumat, 09 Oktober 2026
Jumat Malam Anak Krakatau Erupsi Beruntun Lagi, Jedanya Cuma 6 Menit
Indonesia
Anak Krakatau Erupsi Lagi, Masih Berlangsung Jauhi Radius 2 KM!
Gunung Api Anak Krakatau yang berlokasi di perairan Selat Sunda kembali menunjukkan aktivitas vulkanik dengan mengalami erupsi pada Senin (5/10) pukul 20.13 WIB.
Wisnu Cipto - Senin, 05 Oktober 2026
Anak Krakatau Erupsi Lagi, Masih Berlangsung Jauhi Radius 2 KM!
Indonesia
Ada Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan, Badan Geologi Ingatkan Ancaman Bahaya
Badan Geologi mengonfirmasi tingkat aktivitas Gunung Papandayan saat ini masih dipertahankan pada Level I (Normal).
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Ada Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan, Badan Geologi Ingatkan Ancaman Bahaya
Indonesia
Dua Pulau Baru Anak Krakatau Mendadak Muncul Pasca Erupsi, Ini Penjelasan Badan Geologi
Penasaran dengan fenomena munculnya dua pulau baru Anak Krakatau di Selat Sunda pasca erupsi beruntun? Cek fakta dan penjelasan resmi dari Badan Geologi di sini!
Angga Yudha Pratama - Kamis, 24 September 2026
Dua Pulau Baru Anak Krakatau Mendadak Muncul Pasca Erupsi, Ini Penjelasan Badan Geologi
Indonesia
Daratan Baru 32,8 Hektare Muncul di Dekat Gunung Anak Krakatau, Ini Penjelasan Badan Geologi
Daratan baru seluas 32,8 hektare muncul di sekitar Gunung Anak Krakatau setelah erupsi. Badan Geologi menjelaskan dugaan asal material pembentukannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
Daratan Baru 32,8 Hektare Muncul di Dekat Gunung Anak Krakatau, Ini Penjelasan Badan Geologi
Indonesia
Kru Kapal Jurnalis Hilang Ditemukan di Enggano, Jenazah Diberangkatkan ke Banten Pakai Pesawat
Berdasarkan hasil pemeriksaan DNA operasi DVI Pusdokkes Polri terhadap jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, secara genetik dengan kode PM/62/P.Enggano/01, teridentifikasi sebagai Sukarman,
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Kru Kapal Jurnalis Hilang Ditemukan di Enggano, Jenazah Diberangkatkan ke Banten Pakai Pesawat
Berita Foto
Tabur Bunga untuk Jurnalis dan Awak Kapal yang Hilang Kontak di Pantai Pagedongan
Keluarga jurnalis yang hilang kontak melakukan tabur bunga di bibir Pantai Kampung Pagedongan, Carita, Pandeglang, Banten, Jumat (18/9/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 18 September 2026
Tabur Bunga untuk Jurnalis dan Awak Kapal yang Hilang Kontak di Pantai Pagedongan
Indonesia
Setelah 10 Hari, Operasi Pencarian Jurnalis Hilang Dihentikan
Sepanjang operasi digelar, tim SAR gabungan secara umum tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun awak kapal di seluruh sektor penyisiran.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
Setelah 10 Hari, Operasi Pencarian Jurnalis Hilang Dihentikan
Bagikan