MerahPutih.com – Indonesia kembali diguncang aktivitas vulkanik beruntun. Setelah Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, NTT, dan Gunung Semeru di Jawa Timur erupsi pada Jumat (28/8) pagi, kini giliran Gunung Lokon di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, menunjukkan peningkatan aktivitas signifikan.
Baca juga:
Gunung Semeru Bergemuruh Sejak Pagi, 21 Kali Gempa Erupsi dalam 6 Jam
Kepada media, Jumat (28/8), Ketua Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lokon, Armando Menguleh, melaporkan bahwa kegempaan vulkanik dangkal di Lokon melonjak drastis hingga 111 kali.
Peningkatan aktivitas kegempaan Gunung Lokon sudah dimulai sejak 20 Agustus, dan pada 27 Agustus naik signifikan,
Ketua Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lokon, Armando Menguleh
Ledakan Aktivitas Gunung Lokon
Dalam kondisi normal, Armando mengungkapkan kegempaan vulkanik dangkal Lokon hanya berkisar 10–20 kali. Namun dilansir Antara, pada 27 Agustus 2026, jumlahnya melonjak menjadi 111 kali.
Armando menjelaskan, gempa-gempa tersebut mengindikasikan adanya suplai magma ke permukaan, meski belum dalam skala besar.
“Peningkatan kegempaan ini sudah kami sampaikan ke pemerintah kota melalui BPBD untuk ditindaklanjuti,” imbuhnya.
Baca juga:
Di Tengah Pemulihan Gempa NTT, Gunung Lewotobi Laki-laki Flores Erupsi 6 Menit Pagi Tadi
Status Waspada Level III
Dengan kondisi kegempaan yang meningkat, warga diminta tidak melakukan aktivitas pendakian menuju kawah maupun puncak Gunung Lokon.
Potensi meletus bisa saja terjadi,
Ketua Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lokon, Armando Menguleh
Saat ini, Lokon berada pada Level II (Waspada). Rekomendasi Kementerian ESDM menegaskan agar masyarakat dan wisatawan tidak mendekati radius 1,5 km dari Kawah Tompaluan.
Sebagai catatan, Badan Geologi menurunkan status Lokon dari Level III (Siaga) ke Level II (Waspada) sejak 31 Januari 2025. Letusan terakhir tercatat pada Agustus 2015. (*)