Jutaan Serangan Siber Menggempur Indonesia di Kuartal Pertama 2022

Rabu, 27 April 2022 - Raden Yusuf Nayamenggala

INDONESIA tercatat menghadapi lebih dari 11 juta serangan siber pada kuartal pertama 2022. Hal itu diumumkan oleh perusahaan keamanan Kaspersky.

Pihak kaspersky menjelaskan bahwa dengan adanya kabar tersebut maka sangat penting untuk pengambilan langkah tepat guna terhindar dari pembobolan atau kejahatan siber.

Baca Juga:

Chipset Qualcomm dan Mediatek Rentan Disusupi Peretas?

"Tren itu juga harus disambut dengan kewaspadaan dari semua pihak yang terlibat, karena para pelaku kejahatan siber selalu menunggu tren berikutnya untuk dieksploitasi," jelas Manajer Umum Kaspersky Asia Tenggara, Yeo Siang Tiong, seperti dikutip dari laman Antara.

Kejahatan atau serangan siber kian marak (Foto: pixabay/b_a)

Maraknya ancaman siber tersebut akibat banyak orang yang menggunakan internet, NFT, metaverse, transaksi aset kripto, hingga adopsi investasi di kalangan anak muda.

Pada periode Januari-Maret 2022, Kaspersky mencatat bahwa produk mereka mendeteksi dan memblokir 11.802.558 ancaman siber yang berbeda. Jumlah tersebut meningkat 22 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, yakni terdapat 9.639.740 tindakan kejahatan siber.

Meski begitu, jumlah serangan siber pada kuartal pertama 2022 turun 2 persen dibanding kuartal empat Oktober-Desember 2021.

Menurut statistik tersebut, Kaspersky mencatat Indonesia berada di posisi teratas di wilayah Asia Tenggara, serta 60 di dunia, dalam hal bahaya yang ditimbulkan dari berselancar di internet.

Baca Juga:

Menelusur Dalang di Balik Peretasan Channel YouTube Justin Bieber

Kaspersky mengingatkan para masyarakat, agar berpikir matang-matang untuk mengklik tautan mencurigakan dari email atau pesan teks. Apabila tidak mengenal si pengirim, jangan membuka pesan tersebut.

Saat memasang aplikasi, sebaiknya hanya unduh dari tempat resmi, seperti halnya Google Play Store dan App Store. Kendati tidak terjamin 100 persen aman, namun risiko menghadapi serangan siber jauh lebih rendah.

Sebaiknya instal aplikasi di toko-toko resmi, seperti Apple App Store dan Google Play Store (Foto: pixabay/free-photos)

Kebiasaan memperbarui sistem operasi serta aplikasi pun dapat membantu menjaga keamanan data serta perangkat. Pembaruan sistem akan 'menambal' kerentanan dari versi sebelumnya.

Kemudian, pastikan selalu menggunakan koneksi yang aman saat menggunakan internet. Hindari mengakses bank atau layanan penting lainnya lewat WiFi publik. Hati-hati juga dengan software antivirus gratis dari sumber yang tidak jelas, karena bisa jadi malware yang menyamar. (ryn)

Baca Juga:

Peretas Berusia 16 Tahun Curi Uang Rp 200 Miliar

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan