Jelang Pilkada, Ini Pesan Buya Syafii untuk Jawa Barat
Senin, 08 Januari 2018 -
MerahPutih.com - Kampanye hitam serta penyebaran ujaran kebencian berbau agama diprediksi bakal menjamur menjelang perhelatan Pilkada 2018.
Pengotak-kotakkan masyarakat pada agama dan kelompok tertentu pun diyakini akan dijadikan salah satu cara pihak-pihak mendapatkan kekuasaan.
Menanggapi hal tersebut, Anggota Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) Ahmad Syafii Maarif mengajak masyarakat untuk tidak terpancing dan terkotak-kotak dengan upaya memecah belah bangsa.
Ia menegaskan, jangan sampai efek buruk pilkada di DKI Jakarta terjadi di daerah lain yang akan melaksanakan pilkada serentak di 2018 ini.
"Kita cemas, virus jahat Pilkada Jakarta itu jangan sampai menular ke daerah lain," kata pria yang akrab disapa Buya Syafii di Yogyakarta beberapa waktu lalu.
Secara khusus, Buya berpesan kepada masyarakat Jawa Barat agar tidak mudah terpancing dan terpengaruh dengan informasi hoax yang ingin mengkotak-kotakkan masyarakat. masyarakat diminta lebih cerdas dan kritis saat mendapatkan informasi di dunia maya.
Pasalnya, berdasarkan survey yang dilakukan beberapa pihak, Jawa Barat menduduki provinsi dengan tingkat kerawanan penyebaran ujaran kebencian tertinggi di Indonesia.
"Jawa Barat itu paling rentan. Semoga orang Sunda dan Jawa Barat gak ikut-ikutan (terpancing) kayak DKI," tandasnya.
Tahun 2018, kata Buya, memang akan menjadi tahun politik. Setidaknya, ada 171 daerah yang akan menggelar pemilihan kepala daerah baik tingkat gubernur, bupati, maupun wali kota.
Survey dari Jaringan Gusdurian baru-baru ini memperlihatkan Provinsi Jawa barat paling rawan pada penyebaran konten ujaran kebencian dan hoax.
Konten yang berisi ajakan pemecah belah persatuan melalui agama ini banyak disebarkan melalui media sosial. Twitter dan Facebook menjadi media sosial terbanyak yang menyebarkan konten ujaran kebencian dan hoax. (Teresa Ika)