Jatinegara Lumpuh! Air 50 Cm Blokade Jalan Raya Bekasi Timur, Hanya Bus Transjakarta yang Berani Lewat

Kamis, 22 Januari 2026 - Angga Yudha Pratama

Merahputih.com - Intensitas hujan tinggi yang mengguyur ibu kota sejak Kamis pagi (22/1) kembali melumpuhkan sejumlah titik vital.

Salah satu dampak terparah terlihat di Jalan Raya Bekasi Timur, tepatnya di depan Stasiun Jatinegara, Jakarta Timur. Genangan air setinggi 50 sentimeter memaksa pengendara bertaruh nyawa agar kendaraan tidak mogok di tengah banjir.

Baca juga:

DPRD DKI Ingatkan Dinas SDA untuk Singkirkan Ego Sektoral atau Jakarta Tetap Jadi Langganan Banjir

Kemacetan panjang akibat kendaraan hanya bisa merayap di sisi kanan jalan. Jalur Transjakarta menjadi satu-satunya tumpuan para pengendara yang nekat melintas demi menghindari genangan paling dalam.

"Drainase sebenarnya normal, tetapi karena intensitas hujan sangat tinggi, banjir tetap terjadi," ujar Eko, petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Cipinang Besar, Kamis (22/1).

18 Ruas Jalan dan Belasan RT Terdampak Parah

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengonfirmasi bahwa sebaran banjir meluas dengan cepat pada siang hari.

Data terbaru menunjukkan sebanyak 14 Rukun Tetangga (RT) dan 18 ruas jalan di Jakarta Barat, Selatan, dan Utara kini terendam air dengan ketinggian bervariasi.

Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menjelaskan bahwa kondisi di lapangan masih terus dipantau.

“Ketinggian air saat ini berkisar antara 30 hingga 50 sentimeter,” ungkap Yohan dalam keterangan resminya di Jakarta.

Petugas Bersiaga di Titik Rawan

Di wilayah Jakarta Barat, Kelurahan Sukabumi Selatan menjadi titik paling kritis dengan ketinggian air mencapai 90 sentimeter.

Baca juga:

12 RT dan 17 Ruas Jalan Jakarta Tergenang Banjir, Termasuk Kemang dan Daan Mogot

Sementara itu, petugas PPSU terus berjibaku membersihkan saluran air dan mengatur arus kendaraan yang terjebak di titik-titik genangan.

Eko memastikan bahwa timnya akan tetap berada di lokasi hingga air benar-benar surut.

“Kami dikerahkan untuk menangani banjir, tanah longsor, dan membersihkan saluran air agar semuanya cepat kembali normal,” pungkasnya.

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan