Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup

Jangan Takut Cuaca Dingin di Akhir Tahun, Manfaatnya Banyak

Dwi Astarini - Jumat, 14 Desember 2018

AKHIR tahun identik dengan cuaca dingin. Di Indonesia, cuaca dingin akan terasa di musim penghujan yang jatuh pada Oktober hingga Desember.

Oleh karena itu, enggak mengherankan jika akhir tahun jadi saatnya cuaca dingin. Kala musim dingin, hal pertama yang pengin banget kamu lakukan ialah bersembunyi di balik selimut sepanjang hari. Selain bikin malas, cuaca dingin juga bikin gampang sakit.

Namun ternyata, cuaca dingin tidak seburuk yang kamu bayangkan. Para pakar kesehatan justru mengungkapkan bahwa cuaca dingin punya banyak manfaat untuk kesehatan. Berikut berbagai manfaat cuaca dingin bagi kesehatan, seperti dilansir Hellosehat.


1. Membakar lebih banyak kalori

skiing
Olahraga di cuaca dingin membakar lebih kalori. (foto: Pixabay/rolfvandewal)

Selama ini kamu mungkin percaya bahwa untuk membakar kalori lebih banyak, kamu harus berolahraga di bawah terik matahari. Padahal, kenyataannya sih sebaliknya.

Sebuah penelitian yang dimuat dalam Journal of Clinical Investigation pada 2012 mengungkapkan hal sebaliknya. Para ahli dalam studi itu melibatkan 6 pria bertubuh sehat dan mengukur metabolisme tubuh mereka pada saat cuaca dingin, tapi tidak sampai menggigil.

Setelah itu, para ahli menemukan bahwa metabolisme tubuh pria mengalami peningkatan hingga 80% saat cuaca dingin. Tubuh yang terkena udara dingin ternyata justru membakar lemak cokelat lebih banyak di dalam tubuh.

Di dalam tubuh manusia, ada lemak putih dan cokelat (brown fat). Lemak putih
berperan untuk menyimpan cadangan energi, sedangkan lemak cokelat bertugas membakar kalori untuk menghasilkan panas.

Saat berada di suhu dingin, tubuh kamu akan bekerja lebih keras untuk mempertahankan suhu inti tubuh. Tubuh akan memerintahkan lemak cokelat untuk membakar kalori lebih banyak guna mencegah kedinginan. Itulah yang bikin kamu lebih hangat dan tidak sampai menggigil di tengah cuaca dingin.

2. Mengurangi nyeri otot

ice cubes
Cuaca dingin meringankan nyeri otot. (foto: pixabay/bru-no)


Saat keseleo atau nyeri otot, reaksi perrtamamu pasti menempelkan kantung es. Cara kerja yang sama berlaku juga pada nyeri otot saat cuaca dingin.

Saat terkena udara dingin, pembuluh darah yang melebar akan menjadi lebih rileks dan tenang. Akibatnya, rasa nyeri akibat kaki bengkak atau kram otot akan berangsur-angsur pulih setelah ditempeli kompres es.

Hal itu diperkuat melalui sebuah studi yang menemukan bahwa atlet yang melakukan terapi dingin (krioterapi) cenderung lebih cepat pulih dan bertenaga daripada atlet yang mendapatkan terapi hangat.

3. Membuat kulit sehat dan bercahaya

girl
Cuaca dingin berperan sebagai astringen yang mengencangkan pori-pori. (foto: pixabay/silviarita)

Berbalik dengan kepercayaan bahwa udara dingin bikin kulit kering, nyatanya udara dingin bikin kulit tampak sehat dan bercahaya.

Cuaca dingin berperan sebagai astringen yang dapat mengencangkan pori-pori kulit. Selain itu, suhu dingin juga dapat membantu memperlambat produksi minyak alami atau sebum sehingga kulit kamu jadi lebih bercahaya dan terhindar dari jerawat.


4. Mencegah penyakit yang disebabkan oleh nyamuk

mosquitos
Di saat cuaca dingin, nyamuk bakal berhibernasi dan enggak menggigit. (foto: pixabay/41330)

Saat musim panas, nyamuk banyak berseliweran. Namun, kala cuaca dingin, hingga di bawah 10 derajat celcius, nyamuk Aedes dan Culex akan hibernasi dan tidak aktif menyerang manusia.

Ini berarti kemungkinan kamu terkena gigitan nyamuk saat cuaca dingin cenderung lebih rendah. Jadi kamu bisa sedikit bernapas lega dari bayang-bayang risiko terkena demam berdarah saat cuaca sedang dingin.

5. Bikin cepat tidur

sleep
Tidur jadi lebih nyenyak saat cucaca dingin. (foto: pixabay/engin_akyurt)


Sering mengalami susah tidur? Jika iya, coba atur suhu kamarmu lebih rendah. Udara dingin bisa membantu kamu tidur lebih cepat.

Seorang ahli kesehatan sekaligus pendiri Almeda Labs, Stacy Tucker, RN, mengungkapkan bahwa proses penurunan suhu inti tubuh terjadi lebih cepat ketika cuaca di luar sedang dingin. Padahal, penurunan suhu itu normalnya memakan waktu hingga 2 jam saat cuaca sedang panas.

Cara kerja yang sama juga berlaku saat kamu mengatur suhu AC di kamar. Semakin sejuk suhu di ruangan, suasana akan terasa lebih nyaman dan membuat kamu cepat tidur.

6. Pikiran jadi lebih jernih

smile
Cuaca dingin bikin lebih fokus. (foto: pixabay/minstajazz)

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa pekerja kantoran yang bekerja di dalam ruangan yang dingin lebih mampu menyelesaikan pekerjaannya dengan maksimal jika dibandingkan dengan pekerja yang bekerja di dalam ruangan hangat.

Para ahli berpendapat bahwa fungsi otak seseorang diatur kadar glukosa alias gula darah. Selain dipengaruhi makanan, kadar gula darah dalam tubuh ternyata juga dipengaruhi suhu inti tubuh kamu.

Saat cuaca di luar sedang panas, tubuh kamu akan menggunakan lebih banyak glukosa untuk menurunkan suhu tubuh. Akibatnya, tubuh malah kekurangan asupan glukosa dan membuat kamu jadi berkeringat, pusing, dan tidak fokus.

Sebaliknya, ketika cuaca di luar sedang dingin, tubuhmu menyimpan lebih banyak glukosa. Karena tidak banyak glukosa yang digunakan, tubuh tidak akan mengeluarkan keringat.

Pada saat yang bersamaan, fungsi otak kamu justru bekerja maksimal sehingga pikiran jadi lebih jernih dan fokus. Alhasil, akan lebih banyak inspirasi baru yang muncul saat udara di luar sedang dingin.(*)

Baca Artikel Asli