MerahPutih.com - Telah tepat sebulan penerapan aturan perluasan ganjil genap (gage) di Ibu kota DKi Jakarta berlaku. Angka pelanggar gage pun diklaim kian hari terus menurun dengan tingkat kepatuhan tertinggi di wilayah Jakarta Selatan (Jaksel).
"Semakin menurun (pelanggar). Paling rendah rata-rata hampir sama. Tapi yang paling rendah itu (Jakarta) Selatan, cukup rendah," kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo, kepada wartawan, Jakarta, Selasa (8/10).
Baca Juga
Perluasan Ganjil Genap Cetak Rekor, 1 Juta Warga Beralih ke Transportasi Umum
Syafrin belum bisa menjelaskan secara detail jumlah pelanggar karena masih didata oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya. Namun, dia mengklaim aturan gage berhasil jika dilihat dari tingkat kecepatan rata-rata kendaraan di kawasan Jakarta.
"Berhasil dari sisi kecepatan meningkat, biasanya peningkatan kecepatan nol koma sekian kan sekarang 25 ke 28, cukup siginifikan," tutur orang nomor satu di Dishub DKI itu.
Baca Juga:
Mobil Listrik Bebas Polusi Udara dan Suara Bahkan Kebal Ganjil Genap
Bahkan, kata Syafrin, jumlah pengguna transportasi umum Transjakata juga meningkat hingga 12 persen. Atas dasar itu, lanjut dia, Pemprov berencana menambah 59 armada baru terintergrasi untuk memenuhi kebutuhan transportasi warga.
"Kecepatan kendaraan bertambah dari 25 km/jam menjadi 28,5 km/jam. Kemudian volume lalu lintas penurunannya 29,58 persen hampir 30 persen. Untuk kualitas udara untuk pm 2,5 terjadi penurunan yang siginifikan untuk yang di Kelapa Gading rata-rata 22 persen," tutup dia.
Diketahui, Pemrov DKI Jakarta telah memperluas kebijakan ganjil genap menjadi 25 ruas jalan sejak 9 September 2019. Kebijakan ini selain untuk memperbaiki kualitas udara sekaligus mengurangi angka kemacetan di sejumlah ruas jalan Ibu Kota. (Asp)
Baca Juga