MerahPutih.com - Calon Gubernur (Cagub) Pilkada Jakarta nomor urut 3, Pramono Anung berencana membentuk lembaga pendanaan abadi bernama Jakarta Fund atau Jakarta Funding.
Sumber pendanaan Jakarta Fund nantinya akan diambil dari dana sisa lebih pembiayaan anggaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (Silpa APBD) DKI.
Pramono menjelaskan dana silpa APBD Jakarta setiap tahun mencapai Rp 5 triliun hingga Rp 6 triliun. "Mengapa tidak kita alokasikan Rp 3 triliun untuk Jakarta Funding?" ujarnya, di Ancol Barat, Jakarta, Sabtu (12/10).
Menurut Pramono, Jakarta Fund ini merupakan solusi bagi Jakarta yang terlalu bergantung pada pajak, retribusi, dan dividen BUMD. "Jakarta harus memiliki inovasi baru untuk meningkatkan pendapatan," jelas Pramono.
Baca juga:
Antisipasi Banjir di Cipinang Melayu, Pramono akan Naturalisasi 34 Bidang Lahan
Kader PDIP itu menjelaskan konsep dana abadi Jakarta Fund ini serupa dengan Indonesia Investment Authority (INA), lembaga sovereign wealth fund yang digunakan untuk pembangunan di Indonesia.
Saat INA pertama kali diinisiasi sekitar 2,5 tahun lalu, lanjut dia, dana awalnya hanya berkisar Rp 6 triliun. Namun, dengan pengelolaan yang profesional dan transparan, nilai dana tersebut kini mencapai Rp 150 triliun.
Konsep yang sama, menurut Pramono, dapat diterapkan di Jakarta melalui Jakarta Fund. Dengan total APBD sekitar Rp 85-86 triliun, Pramono menilai Jakarta memiliki modal dasar yang kuat. "Dari dana tersebut, kita bisa mengalokasikan sekitar Rp 2 triliun hingga Rp 3 triliun sebagai modal dasar Jakarta Fund," imbuhnya.
Jik terpilih sebagai gubernur, Pramono dengan pengalamannya berjanji akan membentuk program ini supaya ada penerimaan baru bagi Jakarta. "Kalau Jakarta Fund dilakukan, revenue-nya Jakarta tidak hanya bergantung pada pajak dan restribusi. Yang penting dikelola secara profesional," tandasnya. (Knu)