Jakarta Fund Versi Pramono, Modalnya Rp 3 T dari APBD Tiap Tahun

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Sabtu, 12 Oktober 2024
Jakarta Fund Versi Pramono, Modalnya Rp 3 T dari APBD Tiap Tahun

Calon Gubernur Jakarta, Pramono Anung. (Foto: MerahPutih.com/Ponco)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Calon Gubernur (Cagub) Pilkada Jakarta nomor urut 3, Pramono Anung berencana membentuk lembaga pendanaan abadi bernama Jakarta Fund atau Jakarta Funding.

Sumber pendanaan Jakarta Fund nantinya akan diambil dari dana sisa lebih pembiayaan anggaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (Silpa APBD) DKI.

Pramono menjelaskan dana silpa APBD Jakarta setiap tahun mencapai Rp 5 triliun hingga Rp 6 triliun. "Mengapa tidak kita alokasikan Rp 3 triliun untuk Jakarta Funding?" ujarnya, di Ancol Barat, Jakarta, Sabtu (12/10).

Menurut Pramono, Jakarta Fund ini merupakan solusi bagi Jakarta yang terlalu bergantung pada pajak, retribusi, dan dividen BUMD. "Jakarta harus memiliki inovasi baru untuk meningkatkan pendapatan," jelas Pramono.

Baca juga:

Antisipasi Banjir di Cipinang Melayu, Pramono akan Naturalisasi 34 Bidang Lahan

Kader PDIP itu menjelaskan konsep dana abadi Jakarta Fund ini serupa dengan Indonesia Investment Authority (INA), lembaga sovereign wealth fund yang digunakan untuk pembangunan di Indonesia.

Saat INA pertama kali diinisiasi sekitar 2,5 tahun lalu, lanjut dia, dana awalnya hanya berkisar Rp 6 triliun. Namun, dengan pengelolaan yang profesional dan transparan, nilai dana tersebut kini mencapai Rp 150 triliun.

Konsep yang sama, menurut Pramono, dapat diterapkan di Jakarta melalui Jakarta Fund. Dengan total APBD sekitar Rp 85-86 triliun, Pramono menilai Jakarta memiliki modal dasar yang kuat. "Dari dana tersebut, kita bisa mengalokasikan sekitar Rp 2 triliun hingga Rp 3 triliun sebagai modal dasar Jakarta Fund," imbuhnya.

Jik terpilih sebagai gubernur, Pramono dengan pengalamannya berjanji akan membentuk program ini supaya ada penerimaan baru bagi Jakarta. "Kalau Jakarta Fund dilakukan, revenue-nya Jakarta tidak hanya bergantung pada pajak dan restribusi. Yang penting dikelola secara profesional," tandasnya. (Knu)

#Pilkada Jakarta #Pramono Anung #Jakarta
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Influenza A Merebak, Dinkes Jakarta Minta Masyarakat Tidak Perlu Panik
Selain penguatan surveilans, Pemda juga memastikan kesiapan jejaring fasilitas pelayanan kesehatan,
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Influenza A Merebak, Dinkes Jakarta Minta Masyarakat Tidak Perlu Panik
Olahraga
Lawan Arema, STY Kecewa Lagi-Lagi Laga Kandang Persija Terusir dari Jakarta Imbas Konser
Persija Jakarta terpaksa menjamu Arema FC di Stadion Patriot Bekasi imbas SUGBK dan JIS dipakai konser. Shin Tae-yong ungkap kekecewaannya!
Wisnu Cipto - Jumat, 16 Oktober 2026
Lawan Arema, STY Kecewa Lagi-Lagi Laga Kandang Persija Terusir dari Jakarta Imbas Konser
Indonesia
Gubernur Pramono Ungkap Kualitas Udara Jakarta Buruk dalam 3 Hari
Dinkes DKI Jakarta telah diinstruksi untuk membantu penanganan warga yang mengeluhkan gangguan pernapasan akibat udara Jakarta yang tak baik.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
Gubernur Pramono Ungkap Kualitas Udara Jakarta Buruk dalam 3 Hari
Indonesia
Angka Kemiskinan Jakarta di Bawah 4 Persen, Tapi Ketimpangan Masih Jadi Masalah
Pemprov DKI masih berupaya menekan angka gini ratio di Jakarta yang sebesar 0,435. Angka ketimpangan ini masih menjadi 'pekerjaan rumah' bagi Jakarta untuk diselesaikan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 15 Oktober 2026
Angka Kemiskinan Jakarta di Bawah 4 Persen, Tapi Ketimpangan Masih Jadi Masalah
Indonesia
Penerima Beasiswa LPDP Jakarta Bisa Kuliah di Kampus Top Dunia
Pramono memiliki keinginan agar para peserta LPDP ala Jakarta tak hanya belajar mata kuliah yang umum tetapi juga belajar keterampilan yang dibutuhkan saat ini.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 15 Oktober 2026
Penerima Beasiswa LPDP Jakarta Bisa Kuliah di Kampus Top Dunia
Indonesia
Potensi Kebocoran Parkir di Jakarta Capai Rp 1,4 Triliun Per Tahun
Seluruh transaksi parkir on-street wajib menggunakan kanal pembayaran resmi yang terintegrasi dan terverifikasi, bukan rekening pribadi juru parkir.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 15 Oktober 2026
Potensi Kebocoran Parkir di Jakarta Capai Rp 1,4 Triliun Per Tahun
Indonesia
Gubernur Pramono Ajak Warga Manfaatkan Bursa Kerja Expo 2026, Ada Ribuan Lowongan Kerja
Para pencari kerja bisa memanfaatkan bursa kerja itu mendapatkan pekerjaan, meningkatkan keterampilan, hingga mengembangkan karier.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
Gubernur Pramono Ajak Warga Manfaatkan Bursa Kerja Expo 2026, Ada Ribuan Lowongan Kerja
Berita Foto
Momen KPK Tahan Lima Tersangka Kasus Dugaan Korupsi di Lingkungan BNPB
Tersangka dan pihak swasta, Bima Setiawan (206) di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (14/10/2026)
Didik Setiawan - Kamis, 15 Oktober 2026
Momen KPK Tahan Lima Tersangka Kasus Dugaan Korupsi di Lingkungan BNPB
Berita Foto
Momen Sestama BNPB Rustian usai Menjalani Pemeriksaan KPK
Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Rustian di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (14/10/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Oktober 2026
Momen Sestama BNPB Rustian usai Menjalani Pemeriksaan KPK
Indonesia
Kekurangan Gaji 10 Bulan PJLP DKI Jakarta Janji Dibayarkan Akhir Oktober
Persoalan tersebut bermula ketika pembahasan APBD 2026 dilakukan pada 2025. Saat itu, besaran UMP Jakarta 2026 belum ditetapkan
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 14 Oktober 2026
Kekurangan Gaji 10 Bulan PJLP DKI Jakarta Janji Dibayarkan Akhir Oktober
Bagikan