MerahPutih.com - Iran mengumumkan pembentukan otoritas baru yang bertugas mengelola jalur strategis Selat Hormuz, di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat.
Namun, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran belum menjelaskan struktur, kewenangan, maupun tanggung jawab lembaga baru itu. Pemerintah Iran menyatakan lembaga baru itu akan memberikan informasi terkini mengenai operasi di selat melalui platform resmi akun media sosial X mereka.
Baca juga:
Nyali Besar Kapal Tanker Jepang Terobos Selat Hormuz Tanpa Bayar ke Iran
Tarif Khusus Bagi Kapal Negara Sahabat
Ketua Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Ebrahim Azizi, menyebut negaranya telah menyiapkan mekanisme pengaturan lalu lintas maritim melalui jalur tertentu.
Dalam mekanisme itu, Iran akan mengenakan biaya untuk layanan khusus yang diberikan kepada kapal-kapal dari negara sahabat.
“Dalam proses ini, hanya kapal komersial dan pihak yang bekerja sama dengan Iran yang akan memperoleh manfaat,” tulis Azizi di X, dilansir Antara, Selasa (19/5).
Kebijakan terbaru Iran terkait pelayaran di Selat Hormuz ini muncul setelah serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari, yang dibalas dengan serangan Iran ke Israel dan sekutu AS di Teluk.
Baca juga:
Iran Terapkan Aturan Baru Transit Kapal di Selat Hormuz, Semua Instruksi Lewat Email!
Iran Pertegas Kontrol Selat Hormuz.
Sejak eskalasi pecah, Iran terus memperketat navigasi di Selat Hormuz. Selat Hormuz menjadi jalur penting bagi pasokan minyak, bahan bakar, dan gas dunia. Gangguan di perairan ini menimbulkan kekhawatiran global terhadap stabilitas energi internasional.
Dengan adanya otorita baru, Iran berupaya memperkuat kontrol atas jalur tersebut sekaligus memberikan insentif bagi negara-negara sahabat melalui tarif khusus. (*)