Ketegangan Iran dan AS Mereda, Indonesia Diminta Ambil Pelajaran: hanya Bangsa Kuat yang Bertahan

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 23 Juni 2026
Ketegangan Iran dan AS Mereda, Indonesia Diminta Ambil Pelajaran: hanya Bangsa Kuat yang Bertahan

Rektor UIN Asep Saepudin Jahar / dok UIN Jakarta

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - MEREDANYA ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel harus dimaknai Indonesia sebagai momentum strategis untuk memperkuat fondasi pembangunan nasional. Stabilitas geopolitik dunia yang lebih kondusif dinilai membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi, investasi, perdagangan internasional, dan kerja sama global.

Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Asep Saepudin Jahar menegaskan perdamaian dunia tidak otomatis menghadirkan kemajuan bagi suatu negara. Menurutnya, keberhasilan memanfaatkan momentum global sangat ditentukan kesiapan dan kekuatan internal bangsa.

Pelajaran terbesar dari meredanya konflik Iran dan Amerika Serikat bukan hanya pentingnya perdamaian, melainkan signifikannya kesiapan.

“Hanya bangsa yang kuat secara ekonomi, kokoh dalam tata kelola pemerintahan, unggul dalam ilmu pengetahuan, dan matang dalam peradaban yang mampu mengubah stabilitas global menjadi kemajuan nasional," ujar Asep di Jakarta, Selasa (23/6).

Baca juga:

Prabowo Bakal Buka-bukaan ke Presiden Prancis, Tegaskan Posisi RI di Konflik Iran Vs AS



Menurutnya, sejarah menunjukkan banyak negara gagal memanfaatkan situasi dunia yang stabil karena tidak memiliki fondasi nasional yang kuat. Sebaliknya, sejumlah negara berhasil melakukan lompatan pembangunan karena mampu menjadikan momentum global sebagai pengungkit kemajuan domestik.

Dalam konteks tersebut, Asep menilai Indonesia setidaknya memiliki tiga pekerjaan rumah besar yang harus terus diperkuat.

Pertama, memperkuat kemandirian bangsa melalui pembangunan yang berpihak pada rakyat. Ketahanan pangan, kemandirian energi, hilirisasi industri, transformasi digital, dan penguasaan teknologi harus menjadi agenda prioritas nasional. Namun demikian, ia mengingatkan keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan kualitas kebijakan, tetapi juga oleh efektivitas implementasinya.

Pekerjaan rumah kedua, lanjut Asep, yakni memperkuat stabilitas politik dan kualitas tata kelola pemerintahan. Menurutnya, tidak ada negara maju yang dibangun di atas birokrasi yang lemah, korupsi yang tinggi, serta rendahnya kepercayaan publik.

Ia menilai prinsip-prinsip good governance seperti akuntabilitas, transparansi, efektivitas, dan supremasi hukum sejalan dengan tradisi intelektual Islam. Indonesia, kata dia, membutuhkan lebih banyak ilmuwan, insinyur, peneliti, ahli kecerdasan artifisial, inovator, dan technopreneur yang mampu menghasilkan solusi bagi berbagai tantangan nasional maupun global.

"Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar teknologi dunia. Kita harus menjadi produsen pengetahuan, inovasi, dan solusi," ujarnya.

Meski demikian, ia menekankan kemajuan teknologi harus berjalan beriringan dengan penguatan nilai-nilai moral dan peradaban. Dalam konteks tersebut, Indonesia memiliki modal besar untuk memainkan peran global melalui pengembangan Islam moderat, dialog antarperadaban, serta studi keislaman kontemporer.

Menurut Asep, posisi Indonesia sebagai negara Islam terbesar di dunia yang mampu mengelola keragaman secara damai merupakan kekuatan strategis yang semakin mendapat pengakuan internasional. Asep menegaskan perdamaian dunia merupakan peluang yang harus dimanfaatkan secara optimal oleh Indonesia.

Namun, apakah peluang tersebut mampu diubah menjadi kemajuan nasional atau hanya berlalu tanpa makna, menurutnya, sangat bergantung pada kemampuan bangsa memperkuat dirinya dari dalam.

"Perdamaian dunia merupakan peluang. Namun, masa depan Indonesia tetap ditentukan seberapa kuat kita membangun ketahanan ekonomi, tata kelola, pendidikan, ilmu pengetahuan, dan peradaban bangsa sendiri," pungkasnya.(knu)

Baca juga:

Imbas Konflik Iran-AS-Israel, Pemerintah RI Putuskan 'On-Hold’ Bahas Dewan Perdamaian




#Konflik Israel-Iran #Iran #Amerika Serikat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Araghchi juga mengungkapkan ketidakpercayaan Iran terhadap proses negosiasi dengan pemerintahan Trump.
Yusuf Abdillah - Senin, 28 September 2026
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Dunia
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Senat AS menolak resolusi DPR yang memerintahkan Presiden Donald Trump mengakhiri konflik dengan Iran. Ketegangan militer di Selat Hormuz berlanjut.
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Indonesia
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Syekh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, menyerukan dibentuknya kerangka kerja keamanan regional yang menyatukan negara-negara Teluk dan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Dunia
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Sebelumnya, Majelis banding Mahkamah Pidana Internasional (ICC) menolak gugatan Israel atas legalitas penyelidikan ICC terkait dugaan kejahatan perang di Gaza setelah Oktober 2023.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Indonesia
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran, "Hal Besar Akan Terjadi" Jika Gagal Mengubah Sikap
Trump memberikan peringatan keras dirinya telah memasuki "fase pengambilan keputusan" yang sangat krusial terkait perang yang tengah berlangsung dengan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran,
Indonesia
Palestina Dilarang Hadiri Majelis Umum PBB, 152 Negara Protes ke AS
Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina menyambut baik resolusi PBB tersebut, mengapresiasi sikap semua negara yang mendukungnya
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 18 September 2026
Palestina Dilarang Hadiri Majelis Umum PBB, 152 Negara Protes ke AS
Dunia
AS Kena Sekak Perjanjian 1947! Visa Presiden Iran Pezeshkian Lolos Masuk New York Hadiri Sidang PBB
Pemerintah AS terpaksa menyetujui visa Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Menlu Abbas Araghchi untuk menghadiri Sidang Umum PBB ke-81 di New York
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
AS Kena Sekak Perjanjian 1947! Visa Presiden Iran Pezeshkian Lolos Masuk New York Hadiri Sidang PBB
Dunia
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Iran menegaskan tidak akan membuka akses Selat Hormuz sampai Donald Trump dan Benjamin Netanyahu lengser, memicu krisis minyak global yang kian parah.
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Indonesia
Tim Ahli dari Amerika Serikat dan Hong Kong Akan Bantu Operasi Pencarian Korban KM Virgo Transport 8
Operasi salvage dilakukan untuk menangani kapal yang mengalami kecelakaan, terutama ketika kapal tenggelam, terbalik, kandas, atau mengalami kerusakan berat
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
Tim Ahli  dari Amerika Serikat dan Hong Kong Akan Bantu Operasi Pencarian Korban KM Virgo Transport 8
Dunia
Terlambat 132 Tahun, Majalah Edisi 1894 Akhirnya Dikembalikan ke Perpustakaan AS
Jika denda tetap diberlakukan, peminjam seharusnya membayar sekitar USD 12.055 atau sekitar Rp 200 juta.
Dwi Astarini - Rabu, 16 September 2026
 Terlambat 132 Tahun, Majalah Edisi 1894 Akhirnya Dikembalikan ke Perpustakaan AS
Bagikan