Ini Masalah Kulit yang Muncul Saat Masa Kenormalan Baru
Kamis, 27 Agustus 2020 -
SAAT ini kita memasuki era kenormalan baru. Di era ini, kita harus beradaptasi dengan kebiasaan baru, mulai dari penggunaan masker hingga lebih sering mencuci tangan. Tujuannya untuk memperkecil risiko tertular virus COVID-19, yang telah merenggut ribuan nyawa.
Sayangnya, beberapa rutinitas seperti mengenakan masker tidak jarang menimbulkan keluhan yang mengganggu, misalnya jerawat (maskne atau mask-acne), kulit kering, hingga iritasi kulit.
Baca juga:
"Masker memberi kelembaban lebih. Akibatnya terjadi sumbatan. Kuman yang tersumbat bersama minyak wajah menyebabkan jerawat," tutur dermatovenereologist, dr. Sonia Hanifati, SpDV. Dokter Sonia mengatakan bahwa ciri-ciri maskne adalah beruntusan di area tertentu.
Ia merekomendasikan penggunaan kain masker berbahan katun, sutra, dan silk. "Ketiga bahan tersebut lebih bisa menyerap moisture sehingga meminimalisir peluang maskne," ujarnya di virtual media briefing, Rabu (26/8).
“Sebaiknya masker juga diganti setelah empat jam pemakaian karena kuman dan bakteri bisa menempel di permukaan kain masker. Usahakan untuk selalu mencuci masker setiap habis dipakai," imbuhnya.
Baca juga:
Namun bagi pemilik kulit sensitif, cukup cuci masker dengan deterjen. Hindari penggunaan pewangi dan pelembab. "Pewangi dan pelembab hanya akan membuat kulit break out," cetus dokter Sonia.
Bagi kaum hawa yang gemar memakai make-up, Dokter Sonia menjelaskan produk complexion seperti foundation, cushion dan bb cream berpotensi menimbulkan bruntusan di area yang tertutup masker. Ia menyarankan untuk mengurangi atau bahkan tidak memakai make-up sama sekali selama memakai masker.
"Kalau memang pekerjaan menuntut untuk mengenakan make-up, bersihkan make-up secara berkala dengan double cleansing," sarannya.
Bagi kamu yang gemar menggunakan produk skincare, di masa pandemi ini usahakan untuk tidak melakukan layering sebab produk yang diaplikasikan berlapis-lapis akan membuat kulit terlalu lembab dan berakhir jerawatan. Pilih produk skincare non-comedogenic dan pelembap wajah yang ringan untuk mencegah sumbatan pori-pori.
Tak hanya wajah, kulit tangan pun rawan terkena hand dermatitis. Ciri-cirinya yakni tangan merah dan gatal-gatal. "Utamakan mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun. Bila tidak tersedia air mengalir dan sabun, gunakan hand sanitizer dan tetap aplikasikan pelembap setelah mencuci tangan,” urainya.
“Bila dengan berbagai tips tersebut, masalah kulit di era new normal ini belum tertangani, silakan konsultasi ke
dokter spesialis kulit dan kelamin terdekat. Penanganan yang cepat dan tepat dapat mencegah kerusakan kulit lebih lanjut, misal jerawat menjadi meradang atau iritasi kulit berlebih yang memudahkan terjadinya infeksi,” tukasnya. (Avia)
Baca Juga: