Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Inflasi Merendah, BI Punya Ruang Turunkan Suku Bunga

Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 01 Oktober 2024

MerahPutih.com - Bank Indonesia telah menurunkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 6 persen pada 18 September lalu. Suku bunga deposit facility dan suku bunga lending facility juga turun 25 bps menjadi masing-masing 5,25 persen dan 6,75 persen.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai Bank Indonesia (BI) memiliki ruang untuk kembali menurunkan suku bunga acuan atau BI-Rate. Sebab, inflasi sepanjang 2024 berada di kisaran 2,33 persen, lebih rendah dibandingkan inflasi 2023 yang sebesar 2,81 persen.

"Proyeksi inflasi yang lebih rendah ini dapat memberikan ruang bagi Bank Indonesia untuk menurunkan suku bunga acuan sebagai respons terhadap potensi penurunan suku bunga The Fed,” kata Josua dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (1/1).

Ia mengatakan, potensi terkendalinya inflasi hingga akhir tahun cenderung meningkat karena berkurangnya risiko imported inflation, imbas nilai tukar rupiah yang diperkirakan relatif stabil.

Baca juga:

Seluruh Provinsi Mengalami Inflasi, Tertinggi Papua Pegunungan

Apresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS didukung oleh penurunan suku bunga The Fed yang dapat meningkatkan sentimen risk-on dan menarik arus modal masuk.

Selain itu, tekanan inflasi dari harga energi global yang sebagian besar disebabkan oleh ketidakpastian geopolitik Timur Tengah dapat diimbangi oleh risiko penurunan permintaan global.

"Risiko kenaikan dapat muncul menjelang akhir tahun, namun lebih didorong oleh peningkatan permintaan musiman selama perayaan Natal dan tahun baru," ujarnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia mengalami deflasi 0,12 persen (month-to-month/mtm) pada September 2024. Sementara inflasi tahunan mencapai 1,84 persen (year-on-year/yoy) dan inflasi tahun kalender 0,74 persen (year-to-date/ytd).

Baca Artikel Asli