MerahPutih.com - Penerbangan di sebagian wilayah Indonesia masih terimbas konflik di Timur Tengah, setelah serangan Israel dan Amerika Serikat ke Iran pada 28 Februari 2026 lalu.
Penerbangan berdampak signifikan pada operasional penerbangan internasional di Bandar Udara Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten.
Pejabat Pengganti Sementara (Pgs) Assistant Deputy Communication & Legal Bandara Soekarno-Hatta, Aziz Fahmi Harahap mengatakan, sejak 28 Februari 2026 hingga 3 Maret 2026 terdapat 60 penerbangan internasional yang dibatalkan.
"Terdiri dari 28 keberangkatan dan 32 kedatangan," ujar Fahmi kepada wartawan di Tangerang, Banten, Selasa (3/3).
Baca juga:
Rute dan Maskapai Yang Menutup Penerbangan dari Indonesia Akibat Serangan AS dan Israel ke Iran
Pembatalan ini didominasi oleh rute-rute menuju hub besar di Timur Tengah yang dikelola oleh maskapai internasional.
Sedangkan untuk 15 jadwal penerbangan yang melakukan pembatalan pada Selasa (3/3), didominasi oleh tujuan Doha. Kemudian, ada Abu Dhabi dan Dubai.
“Kemudian maskapai yang terdampak akibat pembatalan ini adalah Emirates, kemudian ada Etihad, dan juga Qatar Airways," jelasnya.
Meski demikian, Fahmi memastikan penerbangan langsung (direct) menuju Arab Saudi, khususnya untuk keperluan ibadah umrah masih berjalan normal.
Baca juga:
"Tujuan Jeddah yang menuju langsung dengan maskapai Saudia ataupun dengan maskapai charter flight Garuda dan Lion, sampai dengan hari ini masih terjadwal untuk berangkat," jelas dia.
Terkait hak penumpang, Fahmi menjelaskan maskapai yang terdampak telah menyiapkan sejumlah opsi kompensasi.
"Dari maskapai sendiri juga memberikan penawaran untuk melakukan refund, kemudian ada reschedule, dan juga reroute," imbuh Fahmi. (knu)