MerahPutih.com - Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Ikatan Pesantren Indonesia (IPI) KH Zaini Ahmad mengatakan, masyarakat jangan mudah terpecah belah di tengah pandemi virus corona yang tengah melanda Indonesia dan dunia.
Pasalnya, saat ini masih ada tokoh masyarakat, pengamat, dan politisi yang mencari panggung dan memperkeruh suasana dengan menyalahkan pemerintah.
Baca Juga:
Polres Indramayu Bersama Kodim 0616 dan BPBD Dirikan Dapur Umum
“COVID-19 ini adalah ujian dari Allah dan teguran bagi umat muslim yang harus kita hadapi bersama, tidak saja jadi tanggung jawab pemerintah tapi tanggung jawab bersama,” kata Zaini dalam keterangan persnya, Rabu (15/4).
Kiai yang biasa dipanggil Gus Zaini dan Pengasuh Ponpes Al-Ikhlas Pasuruan, Jawa Timur ini juga menyayangkan sikap beberapa orang yang mempolitisasi keadaan.
Mereka seolah membuat isu yang menyerang pemerintah di tengah usaha semua pihak sedang bekerja sama menangani pandemi ini.
Tokoh-tokoh bangsa ini harusnya memberi contoh masyarakat untuk bersatu dalam mengatasi ujian ini, bukan malah membuat kegaduhan di publik.
"Biarkan pemerintah bekerja, kita masyarakat harus ikut berperan aktif membantu," terangnya.
Sebagai salah satu organisasi Islam yang menjadi wadah pesantren dengan jumlah anggota mencapai 16 ribu pondok dan tersebar di seluruh Indonesia, IPI juga membentuk Satuan Tugas Pencegahan COVID-19.
“Harapannya wadah ini dapat berkoordinasi, bersinergi, dan menggalang potensi pesantren untuk dapat berperan aktif membantu pemerintah mengatasi COVID-19,” tambahnya.
Baca Juga:
Anies Apresiasi PMI Sigap Lakukan Sterilisasi Jakarta dengan Disinfektan
Dalam kondisi seperti ini, seharusnya semua pihak melakukan sesuatu yang konkret dan membantu secara nyata yang bisa dilakukan, Gus Zaini berharap semua pihak menahan diri untuk tidak mengeluarkan sesuatu yang tidak bermanfaat bahkan kontraproduktif.
"Mari sama-sama berdoa supaya ini semua cepat berlalu", tutupnya.
Sementara itu, total kasus positif virus corona (COVID-19) di Indonesia hingga Rabu (15/4) pukul 12.00 WIB sebanyak 5.136 orang.
Jumlah tersebut bertambah 297 pasien kasus positif dibandingkan dengan sehari sebelumnya.
Kasus kematian juga bertambah 10 orang sehingga total menjadi 469 orang. Adapun jumlah pasien yang sembuh 446 mencapai orang, meningkat 20 orang dibandingkan dengan sehari sebelumnya. (Knu)
Baca Juga:
Beberapa Kementerian Dianggap Belum Konsisten Tanggulangi COVID-19